Siswa SMP Bandung Tewas Dibunuh Teman, Ternyata Dipalak dan Dianiaya Sejak SD
Pembunuhan pelajar SMP ZAAQ (14) di Bandung terungkap. Dua teman dekat ditangkap usai korban ditemukan tewas di Kampung Gajah.
Korban kemudian ditinggalkan dalam keadaan masih hidup.
Rekayasa Pesan Penculikan
Polisi juga mengungkap bahwa selama korban dinyatakan hilang, pelaku sempat menggunakan ponsel korban untuk mengirim pesan kepada keluarga dan teman-temannya.
Narasi dibuat seolah korban diculik.
“Informasi soal korban diculik itu sebetulnya buatan pelaku,” kata Niko.
Hal ini sempat membuat publik percaya bahwa ZAAQ menjadi korban penculikan, padahal korban sudah dibunuh sejak awal.
Motif: Sakit Hati Diputus Pertemanan
Motif pembunuhan disebut dipicu sakit hati karena korban ingin memutus hubungan pertemanan dengan pelaku.
“Pelaku mengaku sakit hati… korban memutus hubungan pertemanan mereka,” ungkap Niko.
Keduanya diketahui telah berteman sekitar tiga tahun dan masih rutin bertemu meski korban sudah pindah ke Bandung.
Terancam Hukuman Mati
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal berlapis, termasuk UU Perlindungan Anak dan pasal pembunuhan berencana.
“Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” tegas Kapolres Cimahi.
Kasus ini kini masih terus didalami polisi untuk mengungkap kemungkinan fakta lain di balik pembunuhan sadis tersebut.
(TribunJabar/Tribunnews)