Selasa, 21 April 2026

Pasca-Pecah Bentrokan di Kota Tual, DPRD Maluku Ajak Warga Jaga Suasana Kondusif

Bentrokan antar kelompok warga kembali pecah di Desa Fidatan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Selasa (24/2/2026). 

HO/IST/dok. Polres Tual
KORBAN BENTROK WARGA - Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro menjadi korban bentrokan pemuda di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku pada Selasa (24/2/2026) petang. 

Ringkasan Berita:
  • Bentrokan antar kelompok warga kembali pecah di Desa Fidatan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Selasa (24/2/2026). 
  • Warga diajak saling menghargai perbedaan, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan selama Ramadan ini.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Maluku, Yunus Serang mengajak seluruh masyarakat Kota Tual untuk bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif selama bulan suci Ramadan ini.

Hal itu disampaikan menyusul kembali pecahnya bentrokan antar kelompok warga di Desa Fidatan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, pada Selasa (24/2/2026). 

Aksi saling serang antara warga Fidatan Kampung Lama dan Kampung Baru itu menyebabkan sejumlah korban, termasuk Kapolres Tual.

“Semoga kita semua dapat memahami makna sebenarnya dari bulan yang suci ini,” ujar Yunus dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Legislator asal Maluku ini menilai momentum Ramadan seharusnya menjadi ruang refleksi dan penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat.

Apalagi menurut Yunus, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, serta meningkatkan kepedulian antarsesama.

Ia mengingatkan seluruh warga agar saling menghargai perbedaan, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.

Baca juga: Detik-detik Kapolres Tual Tertancap Panah saat Lerai Bentrok Pemuda, Videonya Viral

Yunus pun menekankan, menjaga stabilitas keamanan bukan semata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.

Ia mendorong peran aktif Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengurus RT dan RW untuk memperkuat pengawasan dan membangun kerja sama yang sinergis dalam mencegah potensi konflik.

“Kita perlu melakukan pengawasan dan kerja sama yang sinergis untuk mencegah aktivitas yang dapat meresahkan dan menjadi pemicu konflik antarwarga maupun gesekan yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Baca juga:  Buntut Kasus Tual, Demo Pecah di Kaltim hingga DIY, Polri: Kami Paham Perasaan Marah Masyarakat

Ia menilai, dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, suasana Ramadan di Kota Tual diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan penuh keberkahan.

Bentrok Antar-Warga Pecah di Kecamatan Dullah Utara

Seperti diketahui, bentrokan antar-warga melibatkan dua kelompok pemuda dari desa Kampung Lama dan Fiditan Kampung Baru pecah di Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku, Selasa sore (24/2/2026).

Menerima laporan adanya gesekan, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro turun memimpin personil untuk melerai dua kelompok yang berseteru. Namun, Kapolres mengalami luka akibat terkena anak panah di bagian lutut kaki kiri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved