Berita Viral
2 Kasus Pemuda Tewas saat Berhadapan dengan Polisi, di Makassar Korban Tertembak Senpi
Dalam sebulan terakhir, dua pemuda tewas saat berhadapan dengan polisi di Maluku dan Makassar. Kedua kasus ini memicu sorotan publik.
Ringkasan Berita:
- Dua pemuda tewas saat berhadapan dengan polisi dalam sebulan terakhir.
- Kasus pertama di Tual, Maluku: pelajar AT (14) tewas diduga dianiaya oknum Brimob.
- Korban dipukul helm hingga jatuh dan mengalami cedera kepala parah.
- Kasus kedua di Makassar: Bertrand Eka Prasetyo (18) tewas tertembak polisi.
- Polisi menyebut senjata api anggota meletus tak sengaja saat korban meronta saat ditangkap.
TRIBUNNEWS.COM - Dalam sebulan terakhir, ada dua kasus kematian pemuda saat berhadapan dengan aparat kepolisian.
Dua kasus tersebut langsung menjadi sorotan di tengah Polri yang sedang melakukan reformasi untuk memperbaiki cara kerja aparat.
Peristiwa tewasnya remaja belasan tahun ini terjadi di dua tempat yang berbeda dan memicu sorotan terhadap penggunaan kekuatan oleh aparat di lapangan.
Kasus pertama terjadi di Kota Tual, Maluku, ketika seorang pelajar dilaporkan tewas setelah dianiaya oleh anggota Brimob Polda Maluku.
Sementara itu, kasus terbaru terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Seorang pemuda bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) tewas setelah tertembak oleh aparat kepolisian yang membubarkan aksi tembak-tembakan mainan, Minggu (1/3/2026)
Tembak-tembakan mainan tersebut berjenis (omega) dengan menggunakan peluru plastik maupun jeli.
Ibu korban, Desi Manuhutu mengatakan, anaknya sempat dibawa ke rumah sakit setelah tertembak.
"Awalnya disampaikan dibawa ke rumah sakit, tapi belum dibilang meninggal," ujarnya.
Namun, tak lama setelah itu, ia mendapatkan informasi bahwa putranya telah meninggal dunia.
Mengutip Tribun-Timur.com, Desi menuturkan bahwa ia juga sempat dihubungi polisi bahwa peristiwa penembakan ini bermula dari konvoi yang berujung tawuran.
Baca juga: Pemuda di Makassar Tewas Tertembak, Kapoltabes Sebut Senjata Polisi Tak Sengaja Meletus
"Ini bu, ada konvoi terus ada tawuran. Anakku katanya ketembak," kata Desi menirukan ucapan polisi.
Ia pun mempertanyakan, kenapa anaknya bisa tertembak, padahal pihak polisi mengaku memberikan tembakan peringatan ke arah atas.
"Kok bisa ketembak? Kalau polisi menembak itu ke atas, kenapa anakku bisa kena? Berarti ini kesalahan pak," ujarnya.
Kata Kapolres
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana mengatakan, anggota polisi yang menembakkan senjata api adalah Iptu N.