Masih Terkendala Fasilitas, Menteri Trenggono Segera Benahi KNMP Pujiharjo Malang
Menteri KP Sakti Trenggono evaluasi KNMP Pujiharjo Malang, soroti air payau, sedimentasi, dan target 1.000 kampung nelayan 2026.
Ringkasan Berita:
- Sakti Wahyu Trenggono meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pujiharjo, Malang, untuk memastikan kualitas dan standar proyek terpenuhi.
- Ia menyoroti masalah air payau dan sedimentasi tambatan perahu yang harus segera diselesaikan, meski beberapa fasilitas seperti pabrik es dan cold storage sudah beroperasi.
- Pemerintah menargetkan pembangunan seribu Kampung Nelayan Merah Putih tahun ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi nelayan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Trenggono mengevaluasi langsung progres pembangunan KNMP yang masih belum rampung. Kunjungan itu merupakan rangkaian pemantauan pembangunan KNMP di sejumlah wilayah Indonesia.
Sebelumnya, Trenggono telah meninjau proyek serupa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebelum melanjutkan ke Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Ini bagian dari kunjungan saya untuk melihat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Kita ingin memastikan yang dibangun sesuai standar dan kualitas, supaya nanti bisa berfungsi secara layak dan baik,” ujar Trenggono kepada wartawan di lokasi.
Dia mengaku telah mencatat sejumlah pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Salah satunya terkait ketersediaan air bersih yang masih dalam kondisi payau serta persoalan sedimentasi di area tambatan perahu.
“Tadi saya panggil kontraktornya untuk dikoreksi dengan baik. Soal air bersih ini harus betul-betul diselesaikan. Sedimentasi tambatan perahu juga segera kita kerjakan,” tegasnya.
Meski belum sepenuhnya selesai, beberapa fasilitas disebut telah beroperasi. Pabrik es sudah memproduksi, cold storage telah difungsikan, namun sarana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) masih dalam tahap koordinasi untuk segera dibangun.
“Memang ini belum selesai 100 persen, tetapi sudah bisa beroperasi. Namun fasilitas yang belum lengkap harus segera dipenuhi,” tambahnya.
Trenggono juga menekankan bahwa pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan dijalankan oleh Koperasi Merah Putih secara profesional, dengan pendampingan dan koordinasi bersama Kementerian Koperasi.
“Tahun ini kita rencanakan seribu Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Syaratnya tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah kapal nelayan di masing-masing wilayah,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menyampaikan bahwa berdasarkan kontrak tahun 2025, progres pembangunan fisik KNMP sebenarnya telah mencapai 100 persen.
“Secara kontrak tahun 2025 kemarin progresnya sudah 100 persen. Semua sudah terbangun dengan baik, walaupun tadi ada beberapa hasil evaluasi Pak Menteri yang perlu disempurnakan,” jelas Victor.
Ia menambahkan, pada 2026 telah diusulkan pembangunan lanjutan, salah satunya SPBN yang direncanakan berada di sisi area pelabuhan.
Selain itu, sedimentasi yang cukup besar akan dilakukan pengerukan serta penguatan dinding (revetment) agar jalur keluar-masuk kapal lebih lebar dan aman.
“Harapannya nanti semua kapal bisa masuk ke muara ini dan tidak lagi bersandar di pasir, tetapi langsung di air. Itu akan membuat umur kapal lebih panjang karena risiko kerusakan lebih kecil,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Foto-trenggono-malang.jpg)