Jumat, 15 Mei 2026

5 Populer Regional: Sosok Yemisa Zebua Berani Teriaki Prabowo - Mayat Wanita dalam Boks

Yemisa Zebua, siswi SMK di Nias, viral setelah meneriaki Presiden Prabowo, sementara Rahmadani Siagian ditemukan tewas dalam boks di Medan.

Tayang:

Selama proses pemeriksaan, Radiet selalu kooperatif.

“Dari pertama tanggal 27 itu saya selalu dimintai keterangan dan tetap saya jawab dan tidak pernah sekalipun saya menolak untuk dimintai keterangan dari rumah sakit hingga keluar rumah sakit saya selalu memberi keterangan,” tandasnya.

Tim Hotman 911, Putri Maya Romanti. menjelaskan Radiet merupakan korban dalam kasus ini dan tidak seharusnya dijadikan tersangka.

Baca selengkapnya.

3. Profil Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua DPRD Kaltim yang Gugup Jawab Pertanyaan Wartawan

DITANYA WARTAWAN - (Kiri) Ananda Emira Moeis tampak gugup dan bingung ketika menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai kasus kapal tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda, Kaltim.
DITANYA WARTAWAN - (Kiri) Ananda Emira Moeis tampak gugup dan bingung ketika menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai kasus kapal tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda, Kaltim. (Tribunnews.com/Instagram @rumahpengusaha dan laman DPRD Kaltim)

Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis menjadi perbincangan setelah video wawancaranya dengan awak media viral di media sosial.

Dalam video yang direkam pada Januari 2026 itu, Ananda tampak gugup dan bingung ketika menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai kasus kapal tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda, Kaltim.

Video itu turut diunggah di akun Instagram @rumahpengusaha pada Senin (9/3/2026). Ketika berita ini ditulis, video sudah dilihat lebih dari 1,8 juta kali, disukai lebih dari 21 ribu akun, dan mendapat lebih dari 8 ribu komentar.

Ananda tampak gugup menjawab. Dia terbata-bata ketika mengungkapkan pendapatnya. Warganet kemudian mempertanyakan kemampuan Ananda berbicara di depan umum atau public speaking.

“Ya, saya selaku lembaga DPRD. Saya tidak bicara soal kegiatan alur sungai yang bisa meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah). Saya lebih bicara soal faktor keamanan. Jembatan, kan, dilalui banyak warga setiap harinya untuk urusan banyak hal, ke kantor, ke sekolah, urusan ekonomi,” kata dia dengan kalimat yang putus-putus.

“Saya minta yang memegang kewenangan itu coba kerja lebih benar lagi. Jangan sampai ke depan ada tabrakan lagi. Kalau ada apa-apa, nanti yang menderita rakyat Kaltim dan semuanya yang melewati ini.”

Dia kemudian meminta pemerintah pusat agar melakukan pengawasan. Urusan itu, kata dia, adalah tugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan PT Pelindo.

Lalu, dia berharap kasus tongkang menabrak jembatan tidak terjadi lagi kemudian hari.

Adapun peristiwa tongkang menabrak Jembatan Mahulu terjadi tanggal 25 Januari 2026 sekitar pukul 05.10 Wita. Akibat peristiwa itu, jembatan mengalami kerusakan fisik.

Profil Ananda Emira Moeis

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved