Selasa, 9 Juni 2026

Berita Viral

Kronologi Kades Hoho Dikeroyok Massa di Banjarnegara, Buntut Seleksi Perangkat Desa

Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang dikenal dengan Kades Hoho mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh massa aksi dari anggota LSM.

Tayang:
TribunJateng.com/Fachri Sakti Nugroho
KADES HOHO DIKEROYOK - Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf sedang menjadi perbincangan warganet karena tato yang ada di seluruh tubuhnya. Hoho Alkaf saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kades Hoho mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh massa aksi dari anggota LSM. 

Ia menjelaskan bahwa dirinya belum sempat mendapatkan pengawalan aparat ketika serangan tersebut terjadi. 

Massa yang berada di sekitar lokasi langsung memukul dari berbagai arah.

"Saya hendak keluar dari balai desa, tapi langsung diserang dan dikeroyok. Kacamata saya pecah dan baju saya robek," ungkap Hoho dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial.

Akibat kejadian itu, kacamata yang dikenakannya pecah, pakaian dinasnya robek, serta atribut kepala desa yang melekat pada seragamnya terlepas karena ditarik-tarik oleh massa.

"Logo atribut saya juga pada rogol. Papan nama jatuh karena ketarik-ketarik," katanya.

Hoho juga menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan kejadian yang sebenarnya.

Menurutnya, rekaman tersebut memperlihatkan kondisi saat dirinya sudah berada dalam pengamanan aparat.

"Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok. Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil," jelasnya.

Kericuhan Dipicu Hasil Seleksi Perangkat Desa

Hoho menyebut aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan salah satu anggota LSM yang tidak lolos dalam proses seleksi perangkat desa. 

Massa menuntut agar proses penjaringan perangkat desa yang sudah mencapai tahap pengumuman hasil dibatalkan dan diulang kembali.

Namun permintaan tersebut ditolak oleh pemerintah desa karena seluruh tahapan seleksi dinilai telah dilaksanakan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.

"Saya minta keadilan, saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan, pekerjaan saya sebaik-baiknya, begitupula dengan panitia. Tetapi saya dipaksa mengulang, karena anggota dari LSM itu nilainya di bawah, tapi maunya diulang, kita kiblatnya regulasi tapi mereka tetap tidak mau tahu," katanya.

Hoho menegaskan bahwa hasil seleksi perangkat desa tidak mungkin dibatalkan hanya karena adanya tekanan dari pihak tertentu.

Proses penjaringan perangkat desa, menurutnya, telah dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku sehingga pemerintah desa tidak memiliki alasan untuk membatalkan hasil seleksi.

Kades Hoho Minta Perlindungan Hukum

Selain mengungkapkan kronologi kejadian, Hoho juga menyoroti respons aparat keamanan di lokasi yang dinilai kurang sigap dalam memberikan perlindungan saat kericuhan terjadi.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved