SPBU di Jember Disegel, Dugaan Mafia Solar Subsidi Kini Disorot DPR RI
SPBU di Jember disegel usai dugaan penyelewengan 4.000 liter solar subsidi. Anggota DPRD bahkan dikeroyok saat mengejar truk pengangkut BBM.
Ringkasan Berita:
- Polisi menyegel SPBU di Jalan Teuku Umar, Jember, karena diduga menyelewengkan 4.000 liter solar subsidi.
- Solar diangkut truk pada dini hari saat SPBU seharusnya tidak beroperasi.
- Anggota DPRD Jember David Handoko Seto mengejar truk, namun disenggol kendaraan dan dikeroyok sekitar 15 orang.
- Kasus ini kini diselidiki Polres Jember bersama BPH Migas.
- DPR RI menyebut penyelewengan solar subsidi sebagai kejahatan serius dan akan mengawasinya.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan.
Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, disegel aparat kepolisian.
Penyegelan tersebut dilakukan setelah pihak SPBU diduga terlibat dalam penyelewengan solar bersubsidi.
SPBU yang berada di Jalan Teuku Umar, Tegal Besar, disegel pada Sabtu (14/3/2026) setelah muncul dugaan pencurian sekitar 4.000 liter solar subsidi yang diangkut menggunakan truk pada dini hari.
Penyegelan ini dilakukan oleh jajaran Polres Jember bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta turut disaksikan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryadi.
"Tadi malam ada dugaan penyalahgunaan BBM ya, dari subsidi ke non-subsidi,"
"Kami sepakat nanti untuk sementara SPBU ini akan kita segel dulu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Wakapolres Jember, Kompol Ferry Dharmawan, dikutip dari TribunJatim.com.
Mengutip Kompas.com, pengungkapan praktik ilegal ini juga melibatkan Anggota DPRD Jember, David Handoko Seto.
Bahkan, ia dikeroyok saat mengejar truk yang mengangkut 4.000 liter solar yang kabur saat diperiksa.
Ia menceritakan, kejadian bermula ketika ia mendapatkan laporan dari warga terkait aktivitas pengisian BBM yang mencurigakan.
David akhirnya langsung mendatangi SPBU tersebut dan mendapati ada sebuah truk yang mengisi biosolar bersubsidi keempat drum yang berada di bak kendaraan.
Baca juga: Sosok David Handoko Seto, Anggota DPRD Jember yang Dikeroyok Pemuda Saat Kejar Truk BBM Ilegal
Pengisian BBM tersebut dilakukan pada Sabtu dini hari, padahal SPBU tidak buka 24 jam.
Lampu SPBU juga dimatikan saat pengisian berlangsung.
Karena dianggap tak wajar, ia pun menghubungi Ketua Hiswana Migas Besuki dan Polsek Sumbersari untuk datang ke lokasi.
Namun, Supir truk kabur sambil mengendarai truk yang mengangkut ribuan liter solar.
Ia akhirnya mengejar truk tersebut bersama rekannya dan anggota kepolisian hingga akhirnya dia disenggol oleh truk bernopol DK 8486 AS tersebut.
David sempat dikeroyok saat mobilnya dihadang oleh 15 orang pemuda yang diduga komplotan dari sopir truk.
"Ternyata mungkin indikasinya mereka adalah teman-temannya si mafia BBM ini," pungkasnya.
Kata BPH Migas
Mengutip TribunJatim.com, Kepala BPH Migas, Wahyu Dianas mendukung penuh langkah hukum yang diambil.
Menurutnya, SPBU yang disegel tersebut berada di jalur alternatif namun harus tetap diperlukan pengawasan.
"Sudah diarahkan dari pihak Kapolres untuk melakukan mitigasi dari sisi data pendukung untuk melakukan penyelidikan,"
"Agar proses hukumnya dapat dilaksanakan secara komprehensif," ujarnya.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke aparat penegak hukum.
"Fungsi kami dengan Pertamina Patra Niaga pastinya sepakat untuk disegel sambil proses untuk penyelidikan lebih lanjut, sampai nanti ada panggilan dari pihak kepolisian," ujarnya.
Kata DPR RI
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi ikut menyoroti kasus penyelewengan solar bersubsidi di Jember ini.
Menurut Bambang, kasus ini jadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pengawasan distribusi BBM subsidi.
Ia juga menyampaikan beberapa tanda SPBU yang melakukan penyimpangan distribusi solar subsidi.
"Saya sampaikan ciri-ciri SPBU yang melakukan penyimpangan, misalnya pagi mereka diisi, sore ditutup atau ditulisi solar habis, malam lampunya diredupkan lalu masuk truk dan terjadi pemindahan," katanya, Sabtu (14/3/2026).
Mengutip Kompas.com, ia menyebut praktik penyelewengan ini adalah sebuah kejahatan luar biasa.
“Ini kejahatan luar biasa," kata politikus Partai Gerindra itu.
Ia bahkan akan membawa kasus penyelewengan ini hingga ke Senayan.
"Ini akan saya bawa ke forum DPR RI dan kita akan lakukan pengawasan termasuk ke Pertamina," ucap dia.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul SPBU di Jember Disegel Polisi, Diduga Terlibat Penyelewengan Solar 4.000 Liter
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, Imam Nawawi)(Kompas.com, Mega Silvia)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.