Rabu, 20 Mei 2026

Mudik Lebaran 2026

Kakorlantas Komitmen Kawal Operasi Ketupat 2026: Satu Nyawa Sangat Berharga

Kakorlantas Polri pantau arus mudik di Rest Area KM 57. Lalu lintas masih terkendali, baru 23,1 persen pemudik keluar dari Jakarta.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
MUDIK LEBARAN - Kakorlantas Polri pantau arus mudik di Rest Area KM 57. Lalu lintas masih terkendali, baru 23,1 persen pemudik keluar dari Jakarta. 

Ringkasan Berita:
  • Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho memantau arus mudik Operasi Ketupat 2026 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek. 
  • Berdasarkan data traffic counting, baru 23,1 persen kendaraan keluar dari Jakarta. 
  • Artinya sekitar 3,2 juta pemudik diperkirakan masih akan bergerak dalam beberapa hari ke depan.

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum memantau situasi pergerakan dalam Operasi Ketupat 2026 di Pos Terpadu, Rest Area KM 57, Cikampek, Minggu (15/3/2026). 

Dalam kesempatan itu, Kakorlantas menyampaikan bahwa situasi arus lalu lintas khususnya di wilayah hukum Polda Jawa Barat masih cukup terkendali. Sehingga belum ada kebijakan untuk langsung dilakukan rekayasa lalu lintas. 

"Berdasarkan pantauan sistem Traffic Counting digital, lalu lintas yang keluar dari Jakarta saat ini baru mencapai 23,1 persen. Artinya, masih ada sekitar 76,9 persen atau sekitar 3,2 juta pemudik yang akan bergerak," kata Kakorlantas

Koordinasi bersama seluruh stakeholder khususnya Jasa Marga, terus dilakukan melalui sistem pemantauan untuk menjaga arus lalu lintas tetap lancar.

Pengaturan di lapangan bersifat fleksibel; berdasarkan evaluasi data dan teknologi, berbagai skenario penyesuaian jadwal one-way telah disiapkan secara dinamis guna memastikan keamanan, keselamatan serta kenyamanan pemudik sebagai prioritas utama

Kakorlantas juga memberikan apresiasi kepada Polda Jawa Barat yang meluncurkan innovasi dalam mendukung kamseltibcarlantas dan Harkamtibmas pada Operasi Ketupat 2026

"Bagi kami, satu nyawa sangat berharga. Kami tidak hanya mengelola angka, tapi kami menjaga narasi rindu jutaan keluarga agar berakhir dengan senyum," tutur dia.

Baca juga: Mudik Lebaran Lewat Tol Trans Jawa, Waspada Jalan Berlubang dan Minim Penerangan

Lonjakan Arus Mudik Diprediksi Tengah Pekan

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Faizal, menyampaikan pergerakan arus mudik Lebaran masih berada pada tahap awal. Hingga hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Sabtu (14/3/2026), tercatat sebanyak 459.570 kendaraan telah keluar dari Jakarta menuju berbagai daerah tujuan.

Jumlah tersebut masih jauh dari proyeksi total kendaraan yang diperkirakan keluar dari Jakarta selama periode mudik tahun ini. Berdasarkan data pemantauan Korlantas, total kendaraan yang diperkirakan keluar mencapai sekitar 3.671.028 unit.

“Kami menyampaikan bahwa kendaraan yang keluar dari Jakarta kurang lebih 459.570 kendaraan. Dari proyeksi total kendaraan yang keluar sekitar 3.671.028 kendaraan, berarti masih ada sekitar 3,2 juta kendaraan atau kurang lebih 76,9 persen yang belum bergerak,” kata Faizal saat memberikan keterangan pers di Command Center Korlantas Polri di Cikampek, Jawa Barat, Ahad (15/3/2026).

Faizal memprediksi lonjakan arus mudik akan terjadi pada pertengahan pekan mendatang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, aparat kepolisian di seluruh jalur utama diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peningkatan volume kendaraan.

“Prediksi kami hari Rabu, Kamis, dan Jumat akan terjadi lonjakan. Namun tentunya kami tetap memantau perkembangan situasi dan anggota kami di seluruh jalur baik tol maupun arteri tetap mengantisipasi,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan, mayoritas kendaraan yang keluar dari Jakarta bergerak menuju wilayah timur melalui jalur Trans Jawa. Perjalanan tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi.

“Mayoritas masih didominasi ke arah timur, ke arah Trans Jawa, dan hampir semua kendaraan yang mengarah ke arah timur sudah didominasi kendaraan pribadi,” tutur Faizal.

Selain memantau arus kendaraan, Korlantas juga mencatat dinamika kecelakaan lalu lintas selama periode awal pelaksanaan Operasi Ketupat. Secara jumlah kejadian, kecelakaan meningkat sekitar 4,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Namun angka fatalitas atau korban meninggal dunia justru mengalami penurunan signifikan hingga 45 persen.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved