Minggu, 12 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Jelang Penutupan Pelabuhan di Gilimanuk, Polisi Prioritaskan Kendaraan Kecil

Ekor antrean kendaraan di jalur nasional pada pukul 06.30 WITA terpantau masih sepanjang 17 kilometer atau sekitar wilayah Desa Melaya.

Editor: Erik S
Youtube/LST-BPTD-BALI
ARUS MUDIK LEBARAN - Potret Pelabuhan Gilimanuk Bali yang terpantau padat merayap pada Selasa (17/3/2026) pagi. Banyak kendaraan mobil pribadi maupun transportasi umum memenuhi area pelabuhan. 

Ringkasan Berita:
  • Antrean kendaraan di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk masih mencapai sekitar 17 km dari Pelabuhan Gilimanuk
  • Penyebabnya diduga karena truk besar masih beroperasi dan adanya kendaraan yang menyerobot antrean. 
  • Polisi memprioritaskan kendaraan kecil dan meminta truk besar dihentikan sementara agar kemacetan berkurang menjelang Nyepi.

TRIBUNNEWS.COM, JEMBRANA - Antrean kendaraan di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk Bali terpantau masih panjang hingga sekitar 17 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk

Antrean kendaran tersebut diduga terjadi karena masih adanya truk sumbu tiga yang masih beroperasi di jalur nasional.

Padahal Selasa 17 Maret 2026, antrean sudah terurai dan tersisa 8 kilometer berkat skema "kandangkan truk besar".

Strategi Polres Jembrana mengatasi kemacetan di hari terakhir penyeberangan menjelang Hari Suci Nyepi bakal tidak jauh beda dengan kemarin.

Adalah dengan memprioritaskan kendaraan kecil dan berharap truk sumbu tiga bisa "dikandangkan".

Menurut informasi yang diperoleh, ekor antrean kendaraan di jalur nasional pada pukul 06.30 WITA terpantau masih sepanjang 17 kilometer atau sekitar wilayah Desa Melaya.

Untuk menjamin kelancaran, pihak dari Sat PJR Ditlantas Polda Bali serta Satlantas Polres Jembrana berkolaborasi melakukan patroli untuk memastikan tidak ada lagi kendaraan yang ngeblong alias menyerobot antrean kendaraan. 

Sebab, kendaraan ngeblong ini juga menjadi salah satu masalah besar pemicu kemacetan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Di sisi lain, truk sumbu tiga ke atas atau truk besar saat ini masih melintas meskipun sudah berkurang. 

Sementara itu, kawasan Terminal Kargo Gilimanuk saat ini sudah mulai ke fungsi awal yakni menampung kendaraan kecil atau mobil pribadi dan sudah dalam kondisi terisi penuh.

"Kami sudah mengimbau kepada seluruh pengusaha logistik atau truk besar agar lebih bijak dalam mengoperasikan kendaraannya hari ini," tegas Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat dikonfirmasi. 

Menurutnya, ketika operasional truk besar masih melintas di jalur nasional dan masuk wilayah Gilimanuk, praktis akan memperparah kepadatan antrean.

Baca juga: Macet Parah Sampai 35 Km di Pelabuhan Gilimanuk, Mensesneg Minta Maaf

Sehingga, pengusaha logistik yang belum masuk Jembrana hari ini diharapkan untuk memarkir kendaraannya sementara. 

"Kita harap pengusaha bisa lebih me-manage penggunaan transportasi besar ini. Apalagi kita ketahui hari ini merupakan Hari Pangrupukan arus lalulintas bakal tidak optimal karena ada serangkaian kegiatan seperti Tawur Agung Kesanga dan pengarakan ogoh-ogoh di masing-masing wilayah seluruh Bali," tegasnya. 

Disingung mengenai adanya kendaraan yang terjebak karena Pelabuhan Gilimanuk ditutup mulai pukul 05.00 WITA Kamis 19 Maret 2026, Kapolres mengakui sudah berkoordinasi dengan ASDP dengan menyiapkan akomodasi bagi mereka yang tak bisa menyeberang ke Pelabuhan Ketapang karena penutupan serangkaian Hari Suci Nyepi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved