Mudik Lebaran 2026
Mudik Dorong Gerobak Siomay Ala Edi dari Cilacap ke Pemalang: 4 Hari 4 Malam, Modal Rp 40 Ribu
Mengulik mudik ala Edi, jalan kaki sambil dorong gerobak siomay dari Cilacap ke Pemalang diperkirakan selama 4 hari 4 malam, modal Rp 40 ribu.
Dia bahkan hanya membawa uang saku Rp 40 ribu saat memulai perjalanan.
Di sepanjang perjalanan, dia sesekali mendapat bantuan dari orang-orang yang ditemuinya di jalan.
"Alhamdulillah ada yang support di pinggir jalan. Ada sekira satu sampai tiga orang yang langsung membantu," ujarnya.
Live Selama Mudik Dorong Gerobak Siomay
Selain itu, Edy juga melakukan siaran langsung (live) selama perjalanan.
Dia mengaku ada teman yang membantu membelikan kuota internet agar ia tetap bisa melakukan live.
Edy baru enam bulan merantau di Sampang Cilacap. Dia tinggal sendiri di sana dengan menyewa kamar kos.
Keputusan merantau itu diambil karena ingin mencoba pengalaman baru.
Sebelum merantau ke Sampang, Edy sebenarnya sudah lama berjualan siomay di kampung halamannya di Pemalang.
"Kalau di Pemalang dulu sudah sekira 20 tahun, bahkan hampir 22 tahun sebelum corona," tuturnya.
Di sana ia juga membuat sendiri semua bahan siomay yang dijualnya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, penghasilan dari berjualan siomay tidak menentu.
"Untuk tahun-tahun sekarang penghasilan saya tidak bisa diperjelas. Sangat jauh berbeda dari dulu," ujarnya.
Meski begitu, menurutnya hasil tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
"Kalau untuk makan saja cukup," katanya.
Baca juga: Kecelakaan dan Truk Patah AS Lambat Dievakuasi Biang Kerok Macet Horor di Jalintim Jambi-Palembang
Perjalanan mudik ini juga menjadi momen penting baginya untuk kembali berkumpul dengan keluarga. Di rumah, masih ada orangtua, istri, dan anak yang menunggu kepulangannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kolase-mudik-dorong-gerbak-3.jpg)