Harga Plastik Melejit
Keluh Kesah Pedagang Es Terdampak Kenaikan Harga Plastik Akibat Perang AS-Israel dan Iran
Harga plastik melonjak imbas konflik Timur Tengah, pedagang kecil di Banyuwangi tertekan dan dilema naikkan harga
Ringkasan Berita:
- Lonjakan harga plastik hingga 70 persen di Banyuwangi membuat pedagang es tertekan.
- Harga kemasan naik hampir dua kali lipat akibat konflik di Timur Tengah.
- Pedagang pun dilema antara mempertahankan harga atau menaikkan demi menutup biaya.
TRIBUNNEWS.COM - Lonjakan harga kemasan plastik hingga puluhan persen akibat memanasnya konflik AS–Israel dan Iran kini menghantam pedagang kecil di Banyuwangi, Jawa Timur.
Para penjual es minuman dalam kemasan terpaksa menimbang ulang strategi dagang mereka bertahan dengan harga lama meski margin tergerus, atau menaikkan harga jual dengan risiko kehilangan pelanggan.
Pedagang Es di Banyuwangi Dilema Naikkan Harga atau Rugi
Para pedagang minuman es dalam kemasan di Banyuwangi mengeluhkan lonjakan harga kemasan plastik yang mencapai hingga 70 persen.
Kondisi ini membuat mereka dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan harga jual atau menanggung penurunan keuntungan.
Salah satu pedagang, Mariani (40), mengaku harga gelas plastik yang biasa ia beli melonjak hampir dua kali lipat. Dari semula Rp 11 ribu per slop, kini menjadi Rp 21 ribu.
"Naiknya bertahap. Awalnya ke Rp 13.500, lalu naik lagi Rp 15 ribu, sekarang sudah Rp 21 ribu," kata Mariani.
Tak hanya itu, harga kantong plastik kresek juga ikut naik. Dari sebelumnya Rp 6.300, kini mencapai Rp 9.700 per pack. Padahal, sebagian besar pembeli memilih membungkus es kelapa muda yang dijualnya.
Kenaikan ini tentu membebani pedagang seperti Mariani. Meski demikian, ia masih memilih mempertahankan harga jual es kelapa muda sebesar Rp 5 ribu per gelas demi menjaga pelanggan.
"Kalau mau naikin harga, khawatir pelanggannya pergi," ujarnya.
Namun, ia mengakui jika harga kemasan plastik terus naik, dirinya tidak punya pilihan selain menaikkan harga jual.
"Tapi mudah-mudahan jangan naik terus. Kami sih berharapnya harganya bisa turun seperti kemarin," lanjutnya.
Berbeda dengan Mariani, pedagang lain bernama Lucky memilih langsung menyesuaikan harga jual. Ia menaikkan harga es teh dari Rp 3 ribu menjadi Rp 3.500 per gelas untuk menutupi biaya operasional yang meningkat.
Kondisi ini mencerminkan tekanan yang dirasakan pelaku usaha kecil di tengah kenaikan harga bahan pendukung seperti plastik.
Jika tren ini berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada daya beli masyarakat serta keberlangsungan usaha para pedagang kecil.
Baca juga: Cerita Para Pedagang saat Harga Plastik Naik, Coba Ikut Naikkan Harga Jualan Malah Diprotes Pembeli
Harga Plastik Naik 50 Persen Imbas Konflik Timur Tengah
Harga plastik di pasar mengalami lonjakan tajam sejak konflik di Timur Tengah memanas. Kenaikan ini membuat para pedagang dan pelaku usaha kecil semakin tertekan akibat meningkatnya biaya kemasan.