Banjir Solo Raya, Dokter Anak Soroti Perubahan Iklim dan Dampak bagi Kesehatan Publik
Banjir yang melanda sejumlah wilayah dinilai bukan sebagai kejadian tak terduga, melainkan konsekuensi dari perubahan iklim yang telah diprediksi.
Di dalam rumahnya, air juga masuk cukup tinggi hingga mencapai 70–80 sentimeter, menyebabkan aktivitas warga lumpuh total.
Banjir di Solo
Sementara itu di Kota Solo, banjir merendam sejumlah titik Kota Bengawan pada Selasa malam.
Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur selama beberapa jam.
Dilansir Tribun Solo, Jalan Radjiman hingga kawasan permukiman di Kelurahan Tipes terdampak cukup parah, memaksa warga mengungsi dan arus lalu lintas dialihkan.
Salah satu titik terparah berada di Jalan Radjiman, tepatnya di kawasan Kabangan, Kecamatan Laweyan.
Ketinggian air di lokasi ini mencapai lutut orang dewasa, sehingga kendaraan tidak dapat melintas dengan normal.
Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan baik dari simpang tiga Baron maupun dari arah sebaliknya untuk menghindari kemacetan dan risiko kendaraan mogok.
Banjir juga melanda Kampung Tipes RT 3 RW 15, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan.Di kawasan yang dihuni sekitar 29 kepala keluarga (KK) ini, ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa.
Luapan air terjadi akibat meluapnya Sungai Jenes, anak Sungai Bengawan Solo, yang tidak mampu menampung debit air setelah hujan deras mengguyur sejak sore hari.
Dari pantauan di lokasi, warga terlihat bergegas mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian lainnya berusaha menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
(Tribunnews.com/Gilang P) (TribunSolo.com/Andreas Chris, Anang Maruf)