Minggu, 3 Mei 2026

Dirut RSHS Bandung Buka Suara Soal Bayi Nyaris Tertukar, Sebut Petugas Tak Sengaja

Dirut RSHS ungkap bayi nyaris tertukar akibat distraksi petugas, bukan praktik ilegal. Polisi masih lakukan penyelidikan.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi

Sebagai tindak lanjut, petugas yang terlibat dalam insiden tersebut telah dinonaktifkan.

"Dalam kaitannya dengan petugas kami, kami telah menonaktifkan yang bersangkutan," katanya.

Baca juga: Ramai Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Kemenkes Pastikan Tak Ada Unsur Kejahatan

Rachim menegaskan, pihaknya menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih aman dan profesional.

"Demikian tanggapan resmi dari RSHS atas kejadian yang tidak diharapkan ini. Terima kasih," ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menegaskan pihaknya sedang menyelidiki guna memastikan kebenaran peristiwa yang ramai soal bayi di RSHS Bandung terindikasi ada unsur pidana atau kesalahan administrasi (SOP).

"Kami mohon waktu. Tim kami saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Nanti hasil penyelidikan akan kami sampaikan," katanya, Selasa (14/4/2026) di Mapolrestabes Bandung.

Anton juga menegaskan pihaknya sedang meneliti kemungkinan peristiwa ini ada kesengajaan atau lainnya. Namun ia masih butuh bukti melalui penyelidikan yang sedang dilakukan saat ini.

"Jika memang soal label (gelang) itu digunting tanpa sesuai SOP berarti kan ada indikasi perbuatan lain, nanti akan kami tentukan atau mungkin apakah nanti ada oknum dari rumah sakit yang memang dengan sengaja melepas label untuk arah ke perbuatan lainnya, jadi kami mohon waktu untuk penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Anton menyebut korban belum melapor, namun sudah berkoordinasi dengan kepolisian, terlebih korban sudah menunjuk kuasa hukumnya yang akan berkomunikasi selanjutnya dengan pihak kepolisian.

"Kami akan dalami keterangan-keterangan baik sisi orangtua korban, atau orangtua yang mengadu maupun dari rumah sakit. Nanti hasil investigasinya akan kami beritahukan," ucap Anton.

Sebelumnya, Nina Saleha melayangkan somasi terhadap manajemen RSHS karena dinilai telah membuat pernyataan sepihak soal perdamaian perkara tersebut.

"Kita minta tadi surat (somasi) segera dibalas, supaya ada titik temu antara pihak rumah sakit dengan pihak kami. Tapi kalau surat kita tidak dibalas dan tidak ada titik temu untuk mengungkap peristiwa ini, kita akan lanjutkan ini ke ranah (pidana)," ujar Krisna.

Ia juga meminta agar perawat yang terlibat dipecat, bukan hanya dinonaktifkan.

“Jangan hanya sekedar nonaktif, kita minta pemecatan, karena kenapa mencoba mengalihkan bayi. Kita bilang minta CCTV nya dibuka, kita ingin tahu siapa orang ini,” ucapnya.

Peristiwa bayi nyaris tertukar ini bermula pada 8 April 2026 ketika Nina Saleha hendak menjemput bayinya yang dirawat karena sakit kuning.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved