Jumat, 8 Mei 2026

Kecelakaan Maut di Musi Rawas Utara

Aldi, Istri & Bayinya 2 Kali Gagal Berangkat, Sempat Pesan Tiket Bus Lain & Tewas Kecelakaan Bus ALS

Hambali menjelaskan, anak dan menantunya sempat ingin menggunakan bus lain dari wilayah Way Tuba, Lampung.

Tayang:
Penulis: Dewi Agustina
Tribun Sumsel/Andyka Wijaya/Abriansyah Liberto
KORBAN KECELAKAAN - Keluarga korban kecelakaan antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumsel. (kiri) Pemeriksaan dan proses identifikasi 16 jenazah dibantu oleh 30 orang tenaga medis serta 7 orang dokter forensik. Pasutri dan bayinya menjadi korban tewas dalam kecelakaan ini. 

Namun lagi-lagi tertunda karena tidak ada jadwal bus yang tersedia.

"Awalnya bukan bus ALS itu yang mau ditumpangi. Tapi karena tertunda terus, akhirnya naik bus yang kecelakaan itu," ujar Hambali dikutip dari TribunSumsel.com.

Hambali mengaku tak punya firasat apapun sebelum anak, menantu, dan cucunya meninggal dalam kecelakaan tersebut.

Hambali menjelaskan, anak dan menantunya sempat ingin menggunakan bus lain dari wilayah Way Tuba, Lampung.

Namun berbagai kendala, termasuk keterlambatan akibat perjalanan kereta, membuat mereka akhirnya memilih bus nahas tersebut pada Selasa (5/5/2026).

Sementara itu paman korban, Ramdi, juga tak kuasa menahan kesedihan.

Menurutnya, Aldi dan Rani berangkat ke Pekanbaru dengan harapan membuka usaha dan hidup mandiri di sana.

"Aldi pergi bersama Rani ke sana hendak usaha di Pekanbaru. Sempat kami larang, namun mereka ingin hidup mandiri di sana," katanya.

Ramdi mengatakan, seminggu sebelum keberangkatan, keluarga sebenarnya sudah menyiapkan pasir dan semen agar pasangan itu membangun rumah di kampung halaman.

Namun Aldi dan Rani tetap memilih merantau.

"Kami awalnya tidak memberikan izin mereka untuk berangkat. Seminggu sebelumnya kami sudah membelikan pasir dan semen untuk mereka bangun rumah di sini," ceritanya.

"Namun mereka tetap mau pergi, kami juga tidak menyangka adanya peristiwa ini," ujarnya sedih.

Bus Hindari Lubang

Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim menjelaskan, berdasarkan keterangan kernek bus yang selamat, kecelakaan bermula ketika bus diduga oleng saat menghindari sesuatu di jalan.

"Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lainnya, terjadi adu kambing. Sementara mobil tangki posisinya membawa minyak mau bongkar," kata Karim.

Benturan keras antara kedua kendaraan itu kemudian memicu kebakaran hebat. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved