Minggu, 10 Mei 2026

Kecelakaan Maut di Musi Rawas Utara

Aldi, Istri & Bayinya 2 Kali Gagal Berangkat, Sempat Pesan Tiket Bus Lain & Tewas Kecelakaan Bus ALS

Hambali menjelaskan, anak dan menantunya sempat ingin menggunakan bus lain dari wilayah Way Tuba, Lampung.

Tayang:
Penulis: Dewi Agustina
Tribun Sumsel/Andyka Wijaya/Abriansyah Liberto
KORBAN KECELAKAAN - Keluarga korban kecelakaan antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumsel. (kiri) Pemeriksaan dan proses identifikasi 16 jenazah dibantu oleh 30 orang tenaga medis serta 7 orang dokter forensik. Pasutri dan bayinya menjadi korban tewas dalam kecelakaan ini. 

Api dengan cepat membesar hingga menyebabkan banyak korban meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Update Kondisi Korban Selamat

Hingga Kamis (7/5/2026) sore, tim DVI RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang masih melakukan proses identifikasi jenazah korban.

"Pertama, kami ucapkan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban," ungkap Karumkit RS Bhayangkara Moh. Hasan, dr. Budi Susanto.

Saat ini fokus utama Tim DVI adalah proses identifikasi dari para korban melalui operasi DVI atau Disaster Victim Investigation.

"Di mana operasi DVI Polri dilakukan untuk memastikan seluruh korban bisa teridentifikasi secara ilmiah dan akurat," tegasnya.

Posko DVI Biddokkes Polda Sumsel pada Kamis (7/5/2026) pagi, Rumah Sakit Bhayangkara telah menerima 16 kantong jenazah yang berisi jenazah dengan kondisi terbakar serta sulit dikenali secara visual dan medis.

"Sehingga kami berusaha mengidentifikasi dengan pemeriksaan DNA dan gigi," katanya.

Kemudian, hingga sore ini, keluarga korban sudah datang melaporkan sebanyak 11 korban, sehingga masih ada lima korban yang belum dilaporkan oleh pihak keluarga.

Saat ini sedang berjalan proses pemeriksaan jenazah dan pengambilan sampel DNA yang dilakukan oleh rekan-rekan dari Tim DVI. 

dr. Budi Susanto menjelaskan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan berkolaborasi dengan Biddokkes Polda Sumsel, tim asistensi DVI dari Pusdokkes Polri, dan Dinas Kesehatan Provinsi.

Ia menyebut sampel DNA yang telah dikumpulkan hari ini rencananya akan dikirim besok ke Lab DNA Pusdokkes Polri melalui jalur protokol bandara.

Sambil menunggu hasil DNA, pihaknya melakukan pencocokan data gigi jenazah korban dan berharap metode tersebut dapat memberi kepastian identitas korban.

dr. Budi Susanto memohon doa agar proses identifikasi segera selesai karena Tim DVI tidak dapat bekerja sendiri.

Ia menegaskan pihaknya akan terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk rekan media, Pemprov, Pemkot, Pemda, Polda Sumsel, dan Polres Muratara.

dr. Budi mengatakan, ada tiga korban yang masih hidup di RSUD Rupit, Musi Rawas Utara, yakni Ngadiono (44) warga Pati, Jawa Tengah, Jumiatun (35), dan M. Tarul (31).

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved