Warga 'Tercekik' Tingginya Harga Minyak Tanah, Percepatan Konversi ke LPG Semakin Mendesak
Harga minyak tanah di Papua dan Maluku melonjak, DPR mendesak percepatan konversi LPG demi meringankan beban warga.
Menurut Sugeng, upaya peralihan energi tersebut menjadi bagian dari pemerataan pembangunan, khususnya bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia yang masih banyak bergantung pada minyak tanah.
Ia menjelaskan, harga LPG 3 kilogram di Papua sebenarnya telah disesuaikan melalui kebijakan BBM Satu Harga.
Namun hingga kini, pemakaian LPG belum meluas karena masyarakat masih terbiasa menggunakan minyak tanah.
Politikus Fraksi Partai NasDem itu juga menyebut DPR RI bersama Pertamina dan Kementerian ESDM tengah merumuskan langkah percepatan transisi energi agar proses konversi tetap menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
Selain dinilai lebih hemat, LPG juga dianggap lebih ramah lingkungan dibanding minyak tanah karena menghasilkan emisi yang lebih rendah.
Komisi XII DPR RI pun berkomitmen mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut agar tepat sasaran dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Papua.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Minyak Tanah Mahal di Wamena Hingga 25 Ribu Per Liter, Uang Sayur hingga Jajan Anak Ikut Terpangkas
(Tribunnews.com/Endra)(Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Warga-Tercekik-Tingginya-Harga-Minyak-Tanah-Percepatan-Konversi-ke-LPG-Semakin-Mendesak.jpg)