Senin, 11 Mei 2026

Warga 'Tercekik' Tingginya Harga Minyak Tanah, Percepatan Konversi ke LPG Semakin Mendesak

Harga minyak tanah di Papua dan Maluku melonjak, DPR mendesak percepatan konversi LPG demi meringankan beban warga.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie
Kolase: Tribunnews.com/Irwan Rismawan dan TribunPapua.com/Istimewa
HARGA MINYAK TANAH - (Kiri) LPG Subsidi di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/4/2026) dan (Kanan) Warga Wamana di Jayawijaya harapkan aparat penegak hukum sigap menindak aktivitas penjualan minyak tanah yang semakin naik. 

Harganya tembus Rp7.000 per liter di awal Mei ini.

Padahal harga eceran tertinggi  dipatok hanya Rp 4.300 sesuai ketetapan pemerintah.

Seorang pedagang eceran yang enggan disebutkan namanya mengaku ia hanya untung sedikit.

"Katong (kami) beli dengan Rp5.000 , jual Rp7.000, untungnya cuman Rp2.000 saja," ujar, dikutip dari TribunAmbon.com.

Terkait hal ini, Koordinator Lapangan SPBU Saparua, Maluku Tengah, Ampi meminta pemerintah turun tangan.

Ia berharap ada pengawasan sehingga harga minyak tanah bisa terkontrol di tingkat agen dan pengecer.

"Harga sesuai ketentuan (Rp4.300 per liter sesuai HET)," tegasnya.

Perbedaan harga minyak tanah dari tingkat agen dan pengecer juga terjadi di Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Harga minyak tanah pangkalan per liter di kisaran harga Rp8.000 sampai dengan Rp9.000 rupiah.

Namun saat sampai di tangan konsumen, harganya naik sampai Rp12.000.

Harga ini sudah bertahan sejak Maret 2026.

"Kemarin waktu ramadhan dan hari ini masih sama per liter Rp12 ribu," keluh warga bernama Mala, dikutip dari TribunTernate.com.

Baca juga: Pemerintah Uji Coba CNG Pengganti LPG 3 Kg, Harga Diklaim Lebih Murah 30 Persen

Percepatan Konversi ke LPG Semakin Mendesak

HARGA MINYAK TANAH - Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Kepala SKK Migas dan 7 KKKS terbesar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.
HARGA MINYAK TANAH - Sugeng Suparwoto saat memimpin rapat di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. (dok. DPR RI)

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto menilai percepatan konversi minyak tanah ke LPG di Papua perlu segera direalisasikan demi memperluas akses energi yang lebih terjangkau bagi masyarakat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan penggunaan LPG bersubsidi dapat membantu warga berpenghasilan rendah memperoleh bahan bakar dengan harga lebih ringan.

“Kalau konversi ini dilakukan, masyarakat tidak mampu dapat membeli LPG subsidi dengan harga yang lebih terjangkau,” dikutip dari nasdemdprri.id.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved