Antrean Solar Mengular di Sumbar, Pedagang hingga Sopir Truk Mengeluh
Antrean panjang Bio Solar di Sumbar bikin sopir truk dan pedagang resah, distribusi barang ikut terganggu.
“Saya sudah antre satu jam lebih untuk mengisi solar di SPBU Pisang,” katanya.
Ia bahkan mengaku pernah mengantre hampir dua hari di wilayah Pesisir Selatan akibat stok BBM sering habis.
“Seminggu lalu saya mengisi di Pesisir Selatan, itu juga antre hampir dua hari,” ujarnya.
Menurut Rido, kondisi tersebut membuat distribusi barang menjadi terganggu karena banyak waktu habis di SPBU.
Ia berharap pemerintah menambah pasokan solar dan memprioritaskan kendaraan logistik agar distribusi barang tidak terhambat.
Selain itu, Rido juga menyoroti dugaan pengisian solar menggunakan jeriken di sejumlah SPBU yang disebut ikut memperparah antrean.
“Jika tidak antre, bagaimana bisa mendapatkan solar. Di Sumbar ini rata-rata SPBU yang ada solar, kendaraan harus antre panjang,” tuturnya.
Apa Kata Pemerintah?
Sementara itu, Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyebut antrean panjang solar di Sumbar dipicu ketimpangan antara kebutuhan riil di lapangan dengan kuota yang diberikan pemerintah pusat melalui BPH Migas.
Menurut Mahyeldi, pemerintah daerah sudah berulang kali mengajukan penambahan kuota solar subsidi, namun realisasi yang diberikan selalu berada di bawah 80 persen dari total kebutuhan yang diusulkan.
“Jadi pusat (BPH Migas) ini tidak percaya dengan pemerintah daerah (Sumbar). Selain tidak percaya, pusat juga tidak bisa mengomunikasikan dengan daerah,” kata Mahyeldi.
Ia menjelaskan, Sumbar sebagai daerah wisata dan jalur lintas antarprovinsi memiliki konsumsi solar yang tinggi karena digunakan kendaraan logistik dari luar daerah.
Mahyeldi juga mengungkapkan kelangkaan solar tahun ini terjadi lebih cepat dibanding biasanya.
“Kalau dulu kelangkaan biasanya menjelang akhir tahun, sekarang pertengahan tahun sudah antre panjang,” ujarnya.
Baca juga: Menteri Bahlil: Harga LPG 3 Kg, Bensin Pertalite dan Solar Tidak Akan Naik
Penjelasan ESDM
Di sisi lain, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar turut menyoroti maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang disebut ikut menyedot solar subsidi dalam jumlah besar.
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, mengatakan satu titik tambang ilegal di kawasan Batu Gando, Kabupaten Sijunjung, bahkan bisa menghabiskan hingga 1.000 liter solar per hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Antrean-panjang-Bio-Solar-di-Sumbar-bikin-sopir-truk-dan-pedagang-resah.jpg)