Usai Presiden Prabowo ke Miangas, Giliran Wapres Gibran ke Rote
Giliran Wapres Gibran mengunjungi wilayah paling Selatan Indonesia yakni Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada Jumat kemarin, (22/5/2026).
Ringkasan Berita:
- Pemerintahan terus mendorong pemerataan pembangunan terutama wilayah terluar Indonesia.
- Setelah Presiden Prabowo meninjau Pulau Miangas, Sulawesi Utara yang merupakan wilayah paling utara Indonesia pada 9 Mei lalu.
- Giliran Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi wilayah paling Selatan Indonesia yakni Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada Jumat kemarin, (22/5/2026).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintahan terus mendorong pemerataan pembangunan termasuk wilayah terluar Indonesia.
Setelah Presiden Prabowo meninjau Pulau Miangas, Sulawesi Utara yang merupakan wilayah paling utara Indonesia pada 9 Mei lalu.
Giliran Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang mengunjungi wilayah paling Selatan Indonesia yakni Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat kemarin, (22/5/2026).
Dikutip dari Sekretariat Wakil Presiden, di Rote, Gibran meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur.
Gibran ingin memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal sekaligus mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan dan hilirisasi sektor kelautan.
Di kawasan K-SIGN, Wapres menerima penjelasan mengenai pengembangan kawasan industri garam, meninjau kolam kristal garam dan gudang penyimpanan, serta berdialog dengan petani garam dan pemerintah daerah.
Baca juga: Arjuna Sapi Kurban Presiden Prabowo di Jembrana Selalu Mandi Air Hangat Campur Garam
Wapres menegaskan bahwa kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri.
Karena itu, proyek pengembangan garam di Rote Ndao dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan nasional.
“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya concern untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” ujar Wapres.
Selain mendukung swasembada, Wapres juga menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat sekitar.
“Kita ingin ini segera bisa fungsional ya Pak ya. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect (efek ganda) dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini,” tambahnya.
Selain sektor garam, Wapres turut mencermati potensi pengembangan rumput laut dan kampung nelayan di Rote Ndao.
Menanggapi usulan pemerintah daerah, Wapres memastikan kebutuhan penunjang aktivitas nelayan akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.
“Jadi kita ingin nanti di tempat-tempat yang diajukan oleh Bupati, tempat-tempat yang produktif untuk perikanannya harus ada ruang pendinginnya, ada cold storage, ada pabrik esnya untuk slurry ice dan juga nanti di situ ada SPBU khusus untuk nelayan,” kata Wapres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wapres-gibran-kunker-di-rote-timur-ntt.jpg)