Doktif Vs Richard Lee
Awal Mula Doktif Duga Richard Lee Tak Miliki SIP Berujung Laporan Pencemaran Nama Baik
Dokter kecantikan Samira Farahnaz alias Doktif membeberkan temuan awal dugaan Richard Lee tidak memiliki Surat Izin Praktik (SIP).
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
Ringkasan Berita:
- Doktif membeberkan temuan awal dugaan Richard Lee tidak memiliki Surat Izin Praktik (SIP).
- Doktif mendatangi Klinik Athena milik Richard Lee di Palembang sebagai pasien.
- Ia tertarik karena Richard Lee menawarkan tarif murah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter kecantikan Samira Farahnaz alias Doktif membeberkan temuan awal dugaan Richard Lee tidak memiliki Surat Izin Praktik (SIP).
Bermula saat Doktif mendatangi Klinik Athena milik Richard Lee di Palembang sebagai pasien.
Baca juga: Richard Lee Jadi Tersangka, Doktif: Butuh Waktu Setahun Lebih
Doktif mengungkapkan, kedatangannya ke klinik tersebut murni sebagai pasien yang tertarik menjalani tindakan injeksi stem cell.
Ketertarikan itu muncul lantaran harga yang ditawarkan dinilai jauh di bawah harga pasaran.
“Selama hampir 19 tahun saya berkecimpung di dunia kecantikan, stem cell itu harganya ratusan juta, bisa Rp200 sampai Rp300 juta. Tapi di klinik tersebut dijual ‘mini stem cell’ seharga Rp15 juta,” ujar Doktif dalam jumpa persnya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2026).
Baca juga: Jejak Panjang Kasus Skincare Richard Lee, Dulu Vs Kartika Putri, Kini dengan Doktif
Temukan Kejanggalan
Merasa ada kejanggalan, Doktif pun mendatangi Klinik Athena dengan menggunakan identitas asli dan mendaftar atas namanya sendiri, tanpa penyamaran.
Sesampainya di klinik, Doktif mengaku tidak menemukan papan nama dokter maupun Surat Izin Praktik (SIP) atas nama Richard Lee yang seharusnya terpampang dan mudah dilihat oleh pasien.
“Saya keliling ruangan, mencari SIP, tapi tidak satu pun saya temukan. Padahal menurut aturan Kode Etik Kedokteran Indonesia, SIP wajib diletakkan di tempat yang mudah dilihat pasien,” tegasnya.
Baca juga: Jadi Tersangka karena Laporan Doktif, Richard Lee Curhat: Saya Menyerah Edukasi Netizen Negara Ini
Doktif kemudian bertemu dengan dokter yang bertugas di klinik tersebut dan menanyakan secara langsung terkait tindakan stem cell yang ditawarkan.
Dari penjelasan dokter tersebut, Doktif mengklaim mendapat pengakuan bahwa tindakan yang dilakukan bukanlah stem cell, melainkan secretome.
“Dokternya bilang langsung, itu bukan stem cell, tapi secretome. Artinya, selama ini pasien diduga mendapat informasi yang keliru,” kata Doktif.
Ia juga menanyakan secara langsung kepada dokter di klinik tersebut mengenai kepemilikan SIP Richard Lee. Namun, menurut Doktif, dokter tersebut tidak dapat memberikan jawaban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kolase-Dokter-Amira-Farahnaz-alias-Doktif-Polres-Metro-Jakarta-Selatan-Richard-Lee.jpg)