Wabah Campak
KLB Campak Meningkat, 290 Ribu Nakes Diprioritaskan Vaksinasi Dewasa
Kebijakan ini tidak lepas dari meningkatnya risiko penularan dalam situasi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Distribusi vaksin juga diawasi secara ketat melalui sistem digital untuk mencegah kekurangan maupun kelebihan stok di daerah.
“Kami menjaga agar stok di seluruh daerah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko nanti vaksinnya akan menjadi rusak. Karena kami punya suatu mekanisme pemantauan vaksin yang namanya SMILE melalui Satu Sehat Logistik, sehingga kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time,” papar Rizka.
Izin Dewasa Berbasis Kajian Ilmiah
Di sisi lain, BPOM menegaskan bahwa perluasan indikasi vaksin untuk dewasa telah melalui kajian ilmiah yang ketat.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut persetujuan ini merupakan bagian dari upaya memastikan keamanan dan efektivitas intervensi kesehatan.
“Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah, sekaligus bentuk komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan memenuhi standar keamanan dan khasiat,” jelas Taruna.
Meski vaksinasi dewasa mulai dilakukan, Kemenkes menegaskan bahwa imunisasi dasar anak tetap menjadi prioritas utama.
Orang tua diimbau untuk tetap melengkapi imunisasi sesuai jadwal, yakni usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster di sekolah dasar.
Langkah ini penting agar perlindungan terhadap campak tidak hanya dilakukan saat risiko meningkat, tetapi juga sejak usia dini.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/VAKSIN-CAMPAK-DR.jpg)