TAG
Ujang Komaruddin
Berita
-
Projo Usul Jabatan Presiden Ditambah Setengah Periode, Pengamat: Usulan Ngawur, Pancing Rakyat Marah
Menurut Ujang, usulan yang dilayangkan oleh loyalis Jokowi itu tak berdasar dan berpotensi melanggar konstitusi negara.
-
Pengamat : Kelompok Deklarasi yang Bawa Bendera HTI Merupakan Lawan Politik Anies Baswedan
Ujang memastikan, deklarasi yang turut menghadirkan eks Napiter sebagai pembicara itu tidak sepenuhnya murni pendukung Anies.
-
Pengamat Ungkap Dampak Penunjukan Penjabat Kepala Daerah dari TNI-Polri Aktif bagi Masyarakat
Pelantikan penjabat (Pj) dari kalangan TNI-Polri menuai reaksi bagi sejumlah pengamat di Indonesia.
-
Jokowi Larang Menteri Bicara Penundaan Pemilu 2024, Pengamat: Bagus, Banyak Menteri Urus Kampanye
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang para menterinya untuk menyuarakan penundaan Pemilu 2024.
-
PAN Disebut Beruntung Jika Benar Masuk Kabinet Jokowi, Parpol Koalisi Relatif Menerima saat Ini
Pengamat Politik Ujang Komaruddin menilai, jika benar akan ada reahuffle kabinet tersebut, maka PAN akan sangat diuntungkan.
-
Nasib Wacana Penundaan Pemilu 2024 Akan Menguap Bersama Dengan Penolakan Parpol Koalisi Jokowi
wacana penundaan Pemilu akan layu sebelum berkembang dan akan lapuk dimakan oleh keserakahan mereka sendiri.
-
Cara Paling Rasional Perpanjang Jabatan Presiden Adalah Amandemen UUD 1945
Ujang menjelaskan, agar amandemen bisa dilakukan mesti diusulkan atau didukung oleh 1/3 anggota MPR.
-
Tak Risau Hasil Survei Litbang Kompas, Golkar Pastikan All Out Menangkan Airlangga di Pilpres 2024
Hasil survei Litbang Kompas menempatkan elektabilitas Partai Golkar berada di angka 8,6 persen.
-
Pengamat Ungkap Faktor Penyebab Elektabilitas Demokrat Naik Salip Golkar
Dalam survei Litbang Kompas pada Januari 2022, elektabilitas Demokrat tercatat naik signifikan dari 5,4 persen pada Oktober 2021, menjadi 10,7 persen.
-
Pengamat: Tanpa Dukungan NU Maupun PBNU, Cak Imin Lewati Jalan Terjal di Pencapresan 2024
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegur sejumlah PCNU di Jawa Timur, lantaran mendukung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar maju di Pilpres 2024.
-
Soroti Anggota KPU-Bawaslu Terpilih Persis dengan Isi Pesan Berantai, Pengamat: Itu Pilihan Politik
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, terpilihnya nama-nama itu merupakan pilihan politik
-
Pengamat Ungkap Alasan Terjadinya Polemik Pembangunan IKN Nusantara hingga Munculnya Petisi
Pengamat Politik Ujang Komaruddin mengungkapkan alasan munculnya polemik pembangunan Ibu Kota Baru (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur
-
120 Hari Masa Kampanye Pemilu 2024, Pengamat: Terlalu Lama, Buat Kantong Kempes
Pengamat Politik Ujang Komaruddin menilai, masa kampanye 120 hari atau empat bulann terlalu itu terlalu lama.
-
Pengamat Nilai Tak Perlu Latar Belakang Arsitek untuk Pimpin IKN Baru, Sosok Ini yang Dibutuhkan
Pengamat sebut yang dibutuhkan untuk jadi calon pemimpin IKN adalah orang yang hebat dan kuat, serta paham akan tata kota dan tata wilayah.
-
Ada Nama Ahok, Anas, Bambang, Pengamat: Kepala IKN Baru Jangan Dipilih Karena Kedekatan dan Politis
Adapun nama-nama yang disebut yakni eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, eks Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, eks Dirut
-
Pengamat Sebut Jemput Paksa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti Kriminalisasi, Ini Alasannya
Ujang Komaruddin nilai jemput paksa Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dan Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar sebagai bentuk kriminalisasi.
-
Sekber Dorong Prabowo-Jokowi Maju Pilpres 2024, Pengamat: Mendegradasi Jokowi karena Turun Kasta
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, apa yang dilakukan oleh Sekber itu
-
Golkar Diyakini Akan Tetap Usung Airlangga Maju Capres 2024, Meski Elektabilitasnya Rendah
Partai Golkar diyakini tetap akan mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden 2024, mesikpun elektabilitasnya masih rendah.
-
Pengamat: NU Jangan Lagi Ditarik-tarik ke Wilayah Politik Praktis
Terkait arah dukungan jelang pemilihan presiden 2024, Gus Yahya juga diharapkan menjaga marwah NU dan independensinya.
-
Pengamat Sebut Ridwan Kamil Bisa Gabung NasDem Tapi Terganjal Hal Ini
Masih belum jelas partai politik mana yang akan menjadi tempat berlabuhnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK).