Senin, 1 September 2025

Genjot Penyebaran dan Pengembangan Teknologi 5G, Kominfo Buka Peluang Kerja Sama Investasi

Kominfo terbuka untuk saling bertukar pengetahuan, berbagi praktik terbaik, dan secara kolektif mengatasi tantangan implementasi teknologi 5G.

Endrapta Pramudhiaz
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi. Kominfo terbuka untuk saling bertukar pengetahuan, berbagi praktik terbaik, dan secara kolektif mengatasi tantangan implementasi teknologi 5G. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menggenjot pengembangan dan penyebaran teknologi 5G.

Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan, pemerintah mengambil kebijakan pengembangan dan penyebaran teknologi 5G sebagai fondasi untuk revolusi digital seperti smart underground mining, smart manufacture, dan bedah teleskopik.

Ia menyebut saat ini penyebaran jaringan 5G telah diimplementasikan di 49 kota di seluruh Indonesia.

Baca juga: Telkomsel dan Ericsson Kerjasama Pengembangan Jaringan 4G/5G

Budi mengatakan Indonesia membuka peluang bekerja sama dengan berbagai pihak.

Dalam hal ini, Kominfo terbuka untuk saling bertukar pengetahuan, berbagi praktik terbaik, dan secara kolektif mengatasi tantangan implementasi teknologi 5G.

"Kami siap bekerja sama dengan para pelopor industri seperti China Mobile dan para pemangku kepentingan global dan domestik lainnya," kata Budi dalam Forum China Mobile SEA Cooperation Conference di Jakarta, dikutip dari keterangannya pada Sabtu (2/9/2023).

Budi menegaskan bahwa potensi pasar Indonesia sangat besar dan pemerintah memiliki komitmen untuk membina lingkungan bisnis yang kondusif.

"(Ini) menjadikan Indonesia sebagai tujuan yang menarik bagi mereka yang ingin berinvestasi dan berinovasi di bidang telekomunikasi," ujarnya.

Menurut Budi, ekonomi digital Indonesia berkembang pesat di tengah pandemi.

"Meskipun terjadi penurunan di semua sektor nasional, sektor informasi dan komunikasi telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa," katanya.

Bahkan, kata Budi, sumber daya manusia Indonesia berkembang dengan pesat.

Ia mengatakan, hampir 71 persen dari populasi Indonesia berusia produktif dan usia kerja, sehingga siap untuk memetik keuntungan dari dividen demografis pada tahun 2030.

Oleh karena itu, Budi mengajak berkolaborasi dan bersama-sama menciptakan dunia digital yang memberdayakan setiap individu.

"Leaving no one behind, tanpa meninggalkan siapa pun," tandasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan