TOPIK
Dimas Kanjeng Ditangkap
-
Dia menyatakan jumlah pengikut di Kota Santri itu mencapai sekitar 3.700 orang yang berasal dari berbagai kalangan.
-
Kepala Desa Jenengan, Agus Suseno, menghilang setelah membawa total uang warga Rp 2 miliar untuk disetorkan ke Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
-
Sudah tahu keliru dan percaya begitu saja, para pengikut tetap bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Mereka takut pulang, ini alasannya.
-
Ilmu Dimas Kanjeng Taat Pribadi dicontek seorang bupati untuk mempopulerkan pariwisata di daerahnya. Begini harapannya.
-
Orang nomor satu di Kabupaten Berau, yakni Muharram yang kini menjabat sebagai bupati, juga pernah diajak bergabung dengan Dimas Kanjeng.
-
"Tapi sejak Dimas Kanjeng ditangkap polisi, Pasar Wangkal langsung sepi. Santri padepokan banyak yang pulang ke kampung halaman."
-
“Tak ada mahar. Saya ikhlas sedekah, supaya bisa digunakan Maha Guru untuk sosial,” ujar mantan pegawai BUMN ini.
-
Dua korban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi diketahui meninggal dengan ciri-ciri hitam pada bagian jari.
-
Seorang mantan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengaku mengetahui lokasi bungker berisi uang Taat Pribadi.
-
Warga Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, yang menjadi korban dugaan penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi enggan melapor ke polisi.
-
Tak hanya di daerah Jawa dan Timur Indonesia, ternyata pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga terdeteksi berada di provinsi Sumsel.
-
Alih-alih menerima ajakan tersebut Marwah malah membuat keputusan mengejutkan.
-
Polda Jawa Timur (Jatim) menyebut, tidak kurang dari 3.000 orang warga Sulsel menjadi pengikut Kanjeng.
-
Polisi masih menelusuri kebenaran video Dimas Kanjeng Taat Pribadi di media sosial 'Youtube'.
-
Muryad Subianto tidak bisa hidup tenang setelah terlibat dalam pembunuhan dua pengikut Kanjeng Dimas Taat Pribadi, yaitu Ismail Hidayat dan Abdul Gani
-
Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menyebut “otak” dan perekrut utama pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Sulsel adalah seorang pria bernama Ibrahim.
-
Agus Suseno terancam dicopot sebagai Kepala Desa Jenengan. Ia diduga menyetorkan ratusan juta anggaran desa kepada Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
-
Sultan Agung Ustaz Sumaryono menyesalkan aktivitas Majelis Taklim Darul Ukhuwah yang ia pimpin ditutup sementara.
-
Polisi ingin menjadikan tumpukan uang itu sebagai barang bukti.
-
Ada jejak Dimas Kanjeng di Samarinda. Ia mengukuhkan pengurus Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng tapi begini nasibnya kini.
-
Gubernur Jatim, Soekarwo menyatakan 'perang' terhadap investasi abal-abal alias bodong dan raja tipu masyarakat dengan kedok mengatasnamakan agama
-
LPSK tidak segan memberikan perlindungan fisik kepada saksi maupun korban penipuan Taat Pribadi
-
- Tak hanya di daerah Jawa dan Timur Indonesia, ternyata pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga terdeteksi berada di provinsi Sumsel.
-
Dua orang merupakan warga Palembang yang berdomisili di Talang Buruk dan Sematang Borang dan satunya tinggal di Talang Kelapa Banyuasin.
-
Marwah adalah Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng.
-
Nama Dimas Kanjeng menjadi perhatian masyarakat setelah mengklaim dapat menggandakan uang.
-
Ketika Majelis Ulama Indonesia Sumsel mencari keberadaan WH, warga Talang Buruk Palembang ternyata sudah tidak berada lagi di rumah kontrakannya.
-
Agusman mengatakan, kepala desa Jenengan merupakan murid Dimas Kanjeng dan sebagai perekrut serta pengumpul uang di wilayah Grobogan.
-
Dari hasil pendataan, rupanya kepala desa Jenengan ini bertugas sebagai perantara untuk merekrut warga Grobogan yang ingin menggandakan uang.
-
Junaidi mengaku teperdaya kata-kata Taat Pribadi yang menjanjikan uang mahar bisa digandakan.