Sabtu, 11 April 2026

Replika Kehidupan Liar Sepanjang Sungai Amazon di Singapura

Replika kehidupan liar sepanjang sungai Amazon ada di Singapura.

Kompas/ Dedi Muhtadi
Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan satwa yang dilindungi di Singapore Zoo, Singapura. Tempat hidup satwa-satwa itu dibuat pada sepenggal hutan seperti habitat aslinya. 

TRIBUNNEWS.COM - Hutan merupakan tempat kebaikan dan kebajikan tanpa batas tempat ia tidak menuntut pamrih dan kemurahan hati dari aktivitas yang dihasilkannya (pangan).

Ia memberikan perlindungan kepada semua makhluk, menawarkan keteduhan, bahkan bagi para perambah yang berniat menghancurkannya sekalipun.

Ungkapan sang Buddha, Siddhartha Gautama, 500 SM itu terpampang di sebuah sudut kawasan hutan di Singapore Zoo yang melakukan konservasi satwa-satwa langka dilindungi.

Wildlife Reserves Singapore Private Limited sebagai pengelola berharap paparan filosofis faktual itu bisa menginspirasi para pengunjung untuk mengapresiasi, memahami, dan menjaga kelestarian alam dan satwa langka di dunia yang sebagian besar terancam punah.

Banyak satwa terancam kehidupannya karena hutan sebagai habitatnya dieksploitasi, baik secara legal maupun ilegal. Eksploitasi alam yang tidak terkendali itu juga telah merusak ekosistem daerah aliran sungai yang di dalamnya terdapat beragam kehidupan.

”Karena itu, di sini kami melakukan konservasi, pendidikan, riset sekaligus rekreasi dan atraksi,” ujar kurator pendidikan Wildlife Reserves Singapore, Rekha KR Nair.

Fungsi rekreasi dan atraksi yang mengundang banyak pengunjung dan menimbulkan dampak finansial menghasilkan dana yang didedikasikan untuk konservasi, pendidikan, dan riset.

Namun, ada juga sejumlah filantrop perorangan yang menjadi bapak angkat dari binatang-binatang langka yang pengelolaannya diberikan kepada Wildlife Reserves Singapore.

Salah satu atraksi alam liar itu adalah ekspedisi jelajah sungai menelusuri replika Sungai Amazon. Di Wild Amazonia, pengunjung dapat mengetahui dan memahami sungai terbesar di dunia itu melalui tiga pertunjukan utama, yakni Amazon River Quest, Squirrel Monkey Forest, dan Amazon Flooded Forest, atau memahami hutan alam pasang surut akibat banjir Sungai Amazon pada musim hujan.

Di Amazon River Quest, pengunjung dapat menumpang perahu untuk berkeliling dan berinteraksi mendekati 30 spesies binatang asli yang hidup di sepanjang tepian sungai. Spesies itu meliputi jaguar, tapir brasil, capybara, dan anteater raksasa.

Hutan hujan tropis

Dari petualangan dengan perahu, para pengunjung bisa menapak masuk ke Squirrel Monkey Forest dan bersentuhan dengan monyet lucu dan cerdas yang bergerak di antara pohon yang dibangun seperti di habitat aslinya.

Di Amazon Flooded Forest para pengunjung dapat berkeliling di kedalaman wilayah perairan dengan pemandangan multilevel untuk menyaksikan keindahan dan keanehan ekosistem bawah air.

Di dalamnya terdapat ruang air yang menjadi rumah bagi ikan-ikan bergigi setajam pisau silet, yaitu piranha, dan berang-berang sungai raksasa. River Safari ini adalah taman pertama di Asia yang menampilkan berang-berang sungai raksasa yang berbahaya, binatang terbesar di dunia yang ukuran tingginya bisa mencapai 1,8 meter dari hidung hingga ekor. Binatang ini sering diburu karena keunikan bulunya. Raksasa sungai tersebut kini menjadi berang-berang paling langka di dunia.

Pusat Amazon Flooded Forest adalah pertunjukan akuatik raksasa di hutan hujan Amerika Selatan yang terendam setiap tahun selama musim hujan ketika air sungai naik hingga 30-40 kaki. Di sini, habitat alam dibuat seperti aslinya, tempat manatees, arapaimas, dan binatang-binatang air Amazon lain berenang di antara pohon-pohon besar. Terdapat lebih dari 18 spesies binatang asli yang ditampilkan dalam pertunjukan akuatik ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved