5 Kota Besar di Dunia dengan Biaya Hidup Termahal
Bank investasi Swiss, UBS, mengeluarkan laporan terbaru mengenai peringkat kota-kota di dunia dengan biaya hidup termahal.
TRIBUNNEWS.COM - Ada banyak ribuan kota di dunia, masing-masing memiliki keistimewaan yang menarik bagi penduduk lainnya.
Namun, budaya, lingkungan, dan pasar kerja menjadi faktor yang dapat menaikkan biaya hidup.
Baca: Tol Pemalang-Batang Sudah Bisa Dipakai Mudik Mulai 8 Juni
Bank investasi Swiss, UBS, mengeluarkan laporan terbaru mengenai peringkat kota-kota di dunia dengan biaya hidup termahal.
Perusahan itu mengumpulkan data dari 77 kota di seluruh dunia, kemudian menyusun laporan berdasarkan harga kebutuhan rumah tangga, sewa tempat tinggal, biaya hidup, dan pendapatan.
Kota New York dijadikan sebagai patokan, dengan biaya yang harus dikeluarkan (Price Leve Index/PLI) dan penghasilan yang diperoleh (Earnings Level Index/ELI) senilai 100 dollar AS (Rp 1,38 juta).
Sebagai contoh, barang yang sama dapat dibeli seharga 52,8 dollar AS, sementara di New York mencapai 100 dollar AS di New York.
Namun, setiap 100 dollar AS yang diperoleh oleh warga New York sama dengan pendapatan warga Bangkok senilai 18,5 dollar AS.
Berikut lima kota di dunia dengan biaya hidup termahal.
5. Copenhagen Denmark. Ibu kota Denmark ini dikenal dengan berbagai rumah mode, jalanan yang dipenuhi sepeda, dan penduduk lokal yang keren.
Kota ini ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda. Kota yang dulunya merupakan desa pemancingan bangsa Viking menjelma menjadi pusat perekonomian, keuangan, sains, dan industri pelayaran. PLI di kota ini senilai 94,4 dollar AS, sementara ELI senilai 101,3 dollar AS.
4. Oslo Ibu kota Norwegia. Ibu kota Norwegia ini kerap masuk tiga besar kota dengan kualitas hidup terbaik.
Oslo merupakan kaya akan kecantikan alam, budaya, dan sejarahnya. Bagi mereka yang ingin merasakan sebagai Viking sesungguhnya, kota ini menyediakan museum kapal Viking.
PLI di Oslo mencapai 96,9 dollar AS, sementara ELI tercatat sebesar 100,6 dollar AS.
3. New York. Kota ini mempunyai sederet julukan, termasuk The Big Apple dan kota yang tak pernah tidur.
Pengusaha dari seluruh dunia bertemu untuk jamuan makan siang di bangunan kaca dan baja tinggi di pusat Manhattan ini. Sebagai patokan dalam peringkat USB, New York mencatatkan PLI dan ElI masing-masing 100 dollar AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/desa-di-swiss_20171124_225652.jpg)