Selasa, 9 Juni 2026

Lokal Asri

Menelusuri Jepara di Hari Kartini: dari Ukiran yang Diperjuangkan hingga Rasa yang Bertahan

Mengenal Jepara sebagai Bumi Kartini lewat warisan ukiran kayu, tenun tradisional, dan kuliner lokal yang autentik.

Tayang:
Shutterstock
TUGU RA KARTINI - Tugu Kartini merupakan simbol dari kota Jepara. Tugu ini memaknai perjuangan Kartini yang mengangkat strata wanita, khususnya kalangan jelata pada zaman feodalisme yang hanya berkutat dengan masalah dapur. 

Makanan ini pernah menjadi pengganti beras pada masa pendudukan Jepang. Kini, horog-horog justru menjadi sajian istimewa, bahkan disuguhkan untuk tamu penting. 

  • Carang Madu

Panganan ini adalah salah satu camilan khas yang wajib dicoba saat berkunjung ke Jepara. Bentuknya menyerupai lembaran bulat lalu ada olesan gula di atasnya. Camilan satu ini terbuat dari tepung beras, santan, dan gula.

Dinamakan carang madu karena bentuknya menyerupai sarang, dan madu menggambarkan rasa manis dari olesan gula di atasnya. Rasanya yang manis dan gurih menjadikan makanan ini menjadi kuliner khas Jepara yang masih banyak diproduksi di Welahan dan Pati.

  • Adon-Adon Coro

Minuman tradisional ini terbuat dari jahe, gula merah, santan, daging kelapa muda yang dibakar, dan rempah-rempah seperti kayu manis dan cengkeh, yang direbus dengan air hingga mendidih. 

Adon-adon Coro

Adon-Adon coro disajikan di dalam mangkuk, lalu disiram dengan wedang jahe dan diminum selagi masih panas/hangat. Minuman ini sangat cocok diminum saat musim hujan.

Ada cerita lisan yang menyebutkan bahwa minuman ini merupakan salah satu minuman favorit Ibu Kartini. Meski tidak tercatat secara resmi dalam sejarah, kisah ini tetap hidup sebagai bagian dari tradisi masyarakat.

Jepara Hari Ini: Warisan Kartini yang Terus Hidup

Jepara hari ini tidak hanya tentang sejarah, tetapi tentang kesinambungan. Gagasan Raden Adjeng Kartini terus hidup dalam karya dan tradisi masyarakatnya.

Dari ukiran kayu yang mendunia, tenun tradisional yang bertahan, hingga kuliner khas yang sarat makna, semuanya menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal yang dekat.

Hari Kartini pun menjadi lebih dari sekadar peringatan. Lebih dari itu, perjuangan Kartini menjadi refleksi bahwa budaya lokal, jika dirawat dan dikembangkan, dapat menjadi kekuatan yang menghidupkan masa depan.

Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan Indonesia! 

Baca juga: 5 Makanan Ekstrem dari Alam Indonesia, Unik dengan Nilai Budaya Tinggi

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2

Artikel ini merupakan bagian dari inisiatif Lokal Asri yang berfokus pada lokalisasi nilai-nilai tujuan pembangunan berkelanjutan. Pelajari selengkapnya!

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved