Tribunners / Citizen Journalism

Kongres PAN

Partai Amanat Nasional di Persimpangan Jalan

Menguatnya sistem oligarki kepartaian yang kini hampir melanda semua partai politik di Indonesia.

Partai Amanat Nasional di Persimpangan Jalan
Pangi Syarwi Chaniago
Pangi Syarwi Chaniago, Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting. 

 Pangi Syarwi Chaniago,Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting

 TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-Gelaran Kongres PAN menjadi ujian konsistensi bagi partai dan seluruh kadernya. PAN sebagai anak kandung reformasi punya beban moral untuk terus memperjuangkan nilai dan etika serta agenda reformasi.

Baca: Kubu Mulfachri Klaim 30 Pemilihnya Terluka Akibat Bentrok Fisik di Kongres PAN

Elite partai terutama pendiri, dewan pembina dan mantan Ketua Umum PAN, Amien Rais menjadi figur sentral yang kini diuji untuk memastikan diri dan partainya untuk tidak terjebak ke dalam tradisi feodalisme.  Menguatnya sistem oligarki kepartaian yang kini hampir melanda semua partai politik di Indonesia.

Oligarki dan feodalisme adalah benalu demokrasi yang seharusnya dibuang jauh dari tubuh partai politik, sehingga penguatan demokrasi di internal partai politik adalah sebuah keniscayaan. Amien Rais sebagai tokoh senior harus memastikan penguatan demokrasi di internal partai berjalan baik.

Salah satu kata kuncinya adalah memastikan regenerasi/suksesi kepemimpinan partai terus berjalan secara reguler, bukan saja memastikan partai berperan aktif melahirkan kader-kader terbaik.

 Tetapi juga memastikan membuka jalan bagi kader terbaik untuk tampil memimpin,menahkodai kapal PAN tanpa ada hambatan dari para senior yang ingin mempertahankan status quo.

Namun kader PAN harus juga harus jeli membaca situasi dan dinamika politik terkini, sistem politik dan sistem pemilu telah menjadi pemicu menguatnya personalisasi di setiap level kepemimpinan politik, termasuk partai politik.

Baca: Kongres PAN Diwarnai 2 Kali Kericuhan: Aksi Rebut Laptop, Lempar Kursi, Hingga Darah Mengucur

Sehingga keberadaan tokoh/figur sentral dalam sebuah partai akan sangat mempengaruhi performa partai politik. Namun sebagian partai justru salah mengartikannya dengan melanggengkan kepemimpinan seorang tokoh dan menghambat terjadinya regenerasi di internal partai.

PAN kini ada di persimpangan jalan, apakah tetap konsisten dengan nilai, agenda dan tradisi politik mazhab "partai reformis" atau ikut ikutan terjangkit "virus oligarki" yang sama, Amien Rais adalah sosok yang punya beban moral dan tanggung jawab bagaimana memastikan PAN tetap pada trayek partai reformis.

Di sisi lain kongres kali ini adalah pembuktian tesis apakah masih kuat pengaruh, cengkraman Amien Rais di partai  berlambang matahari yang pernah didirikannya tersebut?

Halaman
12
Editor: Rachmat Hidayat
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved