Senin, 8 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Napak Tilas Musik Komedi di Tanah Air

Ada musik yang membuat pendengarnya tergoda ingin moshing, ada yang membuat pendengarnya menjadi rileks, namun ada juga yang mengundang gelak tawa.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
IST/DOK. PENULIS
Sebagai sarana hiburan, musik hadir di tengah kita dengan beragam jenis. Ada musik yang membuat pendengarnya tergoda ingin moshing, ada musik yang bisa membuat pendengarnya menjadi rileks, namun ada juga yang mengundang gelak tawa. 

Namun sebelum bubar, ketiganya sempat merilis dua album bertitel “Kwartet Jaya Berjoget” dan “Kwartet Jaya Berdendang”.

Sesuai judulnya, album ini berisikan materi lawak dan musik komedi. Total ada sebelas lagu yang terdapat di masing-masing album tersebut. Aransemen musiknya digarap oleh band Irama Nada, pimpinan Gatot Sudarto.

Baca: Ed Sheeran Bakal Cuti Panjang dari Dunia Musik untuk Sambut Kelahiran Anak Pertama

Lalu pada tahun 1978, Ateng dan Iskak kembali menelurkan album berjudul “Lawak & Lagu Warung Betawi”, dan kali ini keduanya menggandeng Sup Yusup, untuk melengkapi formasi mereka sebagai trio.

Kemudian grup lawak Bagio CS yang beranggotakan S Bagio, Darto Helm, Diran dan Sol Saleh, pernah pula menelurkan beberapa seri album berjudul “Warung Tegal Lawak & Nyanyi”, di tahun 1977.

Dalam penggarapannya, Bagio CS berkolaborasi dengan Eddy Sud.

Album-album yang diedarkan oleh Purnama Records ini, memuat lagu-lagu milik Koes Plus, Minggus Tahitoe, Rinto Harahap dan lain-lain, yang sebagian liriknya mereka parodikan.

Tak berbeda dengan Bagio CS, Jayakarta Grup yang dimotori Jojon, Uuk, Suprapto dan Cahyono, pun pernah menggarap album lawak dan musik komedi, diantaranya album Jayakarta Group “Cinta dan Racun Serangga” dan Jojon Jayakarta Group “Patah Hati”, yang berkategori dangdut humor.

Dangdut humor sendiri adalah fusion genre dari musik dangdut dan komedi. Pada akhir dekade 70-an, kemunculan dangdut humor menjadi fenomena tersendiri.

Adalah Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP), kelompok yang dianggap sebagai pelopor jenis musik ini.

Pada mulanya kelompok ini menapaki karir sebagai salah satu band pengiring, grup lawak Warkop DKI.

Kepopuleran OM PSP, memicu kelompok atau orkes dangdut humor lainnya bermunculan. Seperti kelompok Jaran Goyang, Orkes Mahasiswa Jet Set dan lain sebagainya.

Sebagaimana OM PSP, kelompok-kelompok tersebut juga lahir dari lingkungan kampus. Para sivitas akademika ini tak hanya, moncer dalam meramu musik namun juga pandai berkelakar.

Di tangan mereka dangdut yang sebelumnya merupakan musik vernakular, yang berkembang di masyarakat bawah, menjadi relatif lebih dapat diterima oleh semua kalangan sosial, hingga sekarang.

Selain OM PSP, kelompok lain yang kiprahnya tak lepas dari campur tangan grup lawak Warkop DKI, adalah Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR). Pada tahun 1987, OM PMR memisahkan diri dari kegiatan Warkop DKI dan merilis album debut bertajuk “Judul-Judulan”.

Tak dinyana album ini berhasil meraup sukses di pasaran, dengan angka penjualan yang cukup fantastis.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved