Rabu, 3 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Ini Dia Rencana Rusia di Ukraina pada Musim Panas 2024

Rusia sudah memiliki rencana militer di musim panas ini, sementara Ukraina sibuk mengkonsolidasikan dukungan barat yang melemah.

Tayang:
Editor: Setya Krisna Sumarga
© Yevgeny Ponomarev/TASS
Pasukan Rusia menembakkan howitzer ke arah musuh 

Jadi Angkatan Bersenjata Rusia hanya akan menemukan puncak kekuatannya dalam delapan hingga sembilan bulan ke depan.

Baru setelah itu syarat pembukaan front kedua bisa terlihat jelas. Tapi bagaimana dengan musim panas ini?

Kecuali jika front Ukraina tiba-tiba runtuh, publik mungkin akan melihat kemajuan yang lambat dan terukur, dengan pertempuran di setiap wilayah dan desa, dikombinasikan dengan serangan udara secara simultan jauh di dalam front dan di belakang Ukraina.

Meskipun serangan balik Ukraina dinilai semakin canggih berkat dukungan teknologi barat, skenario seperti itu akan menguras tenaga musuh jauh lebih cepat daripada menguras tenaga Rusia.

Dalam situasi ini, keuntungan akan semakin berpihak ke Moskow. Jika pasukan Ukraina tiba-tiba melemah di Donbass, Kharkov, atau Zaporozhye, kekuatan Rusia di zona tersebut cukup untuk mengembangkan keberhasilan.

Pada saat yang sama, operasi ofensif Rusia dalam skala operasional (menengah) mungkin terjadi pada musim semi dan musim panas, terutama jika pasukan Kiev mulai melemah dibandingkan sekarang.

Ini bukan hanya sekedar latihan dan cara untuk mendapatkan pengalaman, tetapi juga, jika berhasil, merupakan demonstrasi kepada musuh, Rusia tahu bagaimana melancarkan serangan.

Pendapat umum di barat saat ini menyatakan Ukraina tidak bisa menang dalam perangnya melawan Rusia.

Dengan demikian, perdebatan baru adalah mengenai apakah akan bernegosiasi atau meneruskan pertempuran.

Jika berlanjut, Rusia jauh lebih siap dengan kekuatan baru pasukannya jika harus memunculkan front kedua pertempuran.

Putin akan menawarkan pilihan kepada musuh, menerima persyaratan kami meliputi pelucutan senjata dan netralitas Ukraina, atau bertarung di babak baru, yang Rusia jauh lebih siap.

Dalam bahasa Sergey Pelotayev, jika Anda (Ukraina) tidak melakukannya dengan baik, kami (Rusia) akan mengambil apa yang kami inginkan secara paksa.

Tentu saja, barat tidak mungkin berdiam diri dan menunggu Rusia mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa melakukan tindakan apa pun.

Namun setelah kegagalan serangan balasan Ukraina tahun lalu, tidak ada gagasan jelas yang muncul mengenai cara mengalahkan Moskow.

Lebih buruk lagi, dari sudut pandang lawan-lawan Rusia, perpecahan politik di negara-negara barat telah mencapai proporsi yang sedemikian rupa sehingga sudah waktunya tidak membicarakan strategi blok tersebut secara keseluruhan.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved