Tribunners / Citizen Journalism
Jakarta dan Budaya Betawi Mendunia
Jakarta menuju kota global dengan menjadikan budaya Betawi sebagai identitas, daya tarik wisata, dan pendorong ekonomi kreatif.
Menyepakati cara baru yang kreatif dan inovatif dan secara komprehensif, bersama-sama menangani masalah ekologi sosial dan ekonomi yang saling terkait satu sama lain. Mengekang degradasi lingkungan yang menjadi hambatan bagi umat manusia di masa depan. (Obipi & Okeah , 2023).
Kota Jakarta tetap menjadi primadona. Jakarta memiliki keunggulan strategis termasuk profil demografi, tenaga kerja terampil, serta standar hidup yang tinggi. Satus Jakarta sebagai barometer ekonomi nasional harus dipertahankan.
Jakarta penyumbang 16,77 persen perekonomian nasional, kalau digabung dengan Jabodetabekjur, kontribusinya hampir mencapai 30 persen ekonomi nasional. IPM (indeks pembangunan manusia)-nya tertinggi se-Indonesia dan setiap tahunnya membaik. Sebagai kota global, Jakarta jangan dijadikan kota transit.
Harapannya, terpenuhi ketersediaan ruang nyaman untuk dihuni, spot-spot menarik, serta sering menyelenggarakan event-event internasional. (Fikih, 2024). Jakarta menjadi kotanya para migran meski, belum menjadi magnet bagi warganya secara keseluruhan untuk mau menetap secara permanen. Masih banyak warganya yang mengidamkan tinggal di tempat asalnya di hari tuanya. (Masron & Martinez, 2020).
Sebagai kota global, Jakarta memenuhi syarat sebagai tempat destinasi. Paradigma baru dalam penelitan yang dilakukan oleh (Oktadiana, Pranita, Aulia, & Akbar, 2024) selain kota global, Jakarta berpotensi menjadi pelopor kota wisata pintar dan perlunya berbagai terobosan berkelanjutan dalam pengembangannya yang tentu saja memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Menjadikan Jakarta sebagai laboratorium hidup, sebagai pusat penelitian dan pengembangan dalam menyediakan ruang untuk malukan inovasi dalam mewujudkan jakarta sebagai kota cerdas dan kota global. Belum lama ini, Gubernur Jakarta mengungkapkan optimismenya menaikkan peringkat Jakarta menjadi bagian kota dunia. ”Sebagai kota global, Jakarta ini rangking 47 dari 56. Di bawahnya Manila, di bawahnya Kuala Lumpur, jauh di bawahnya Bangkok dan Singapura. Bagi saya, ini menjadi tantangan untuk dilakukan perbaikan bagaimana kota glonal ini, Jakarta menjadi top 50 dunia”. (Belarminus & Yahya, 2025).
Budaya Betawi, jangan sampai tersisih, harus mendampingi dari waktu ke waktu, Jakarta sebagai kota global dan mendunia. Mempromosikan, menduniakan budaya Betawi mengiringi Jakarta dan makin dikenal di mata internasional. Budaya Betawi harus menjadi salah satu pendorong pengembangan ekonomi kreatif di kampung halamannya.
Pengembangan budaya Betawi dalam pengembangan pariwisata adalah bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyatakat tentang pentingnya melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Memberikan dampak positif di tengah-tengah gempuran modernisasi, budaya Betawi dapat terus lestari dan berkembang diselaraskan dengan program-progam yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jakarta secara terus menerus menyelaraskan Progam Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/FOTO-Budaya-Betawi-jadi-jiwa-Jakarta-menuju-kota-global.jpg)