Rabu, 22 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Politik Uang dan Keadilan Redistributif

Politik uang bukan redistribusi keadilan, melainkan jebakan pemiskinan struktural yang merusak demokrasi dan masa depan rakyat.

|
Editor: Glery Lazuardi
ISTIMEWA
BENNY SABDO - Benny Sabdo menyoroti bahaya politik uang sebagai ilusi keadilan yang merugikan rakyat jangka panjang. 

Benny Sabdo  

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta 

Anggota Asosiasi Studi Sosio-Legal Indonesia  

Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Adhyaksa 

Peran dan Kiprah Jabatan 

Anggota Bawaslu DKI Jakarta, sebelumnya juga pernah menjadi  

Anggota Bawaslu Kota Jakarta Utara 

Divisi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, bertugas memastikan tahapan pemilu berjalan sesuai regulasi dan menangani pelanggaran pemilu. 

Aktivitas

Aktif dalam pengawasan partisipatif dan penegakan hukum pemilu melalui Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) 

Di penghujung bulan November 2025 lalu, Bawaslu DKI Jakarta bersama Forum Masyarakat Katolik Indonesia menggelar diskusi bertajuk edukasi pemilu anak muda di Menteng, Jakarta Pusat.  

Dalam kesempatan itu, saya membagikan refleksi bahwa persoalan fundamental pemilu kita adalah politik uang.  

Di akar rumput, sering kali kita mendengar pembenaran naif terkait politik uang: “Ambil uangnya, jangan pilih orangnya.” 

 Narasi ini berbahaya bukan hanya karena menormalisasi suap, melainkan membungkus kejahatan pemilu dengan jubah moralitas.   

Dalam benak banyak pemilih, politik uang bukanlah suap, melainkan mekanisme redistribusi kekayaan secara langsung dari kandidat kepada pemilih.  

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved