Tribunners / Citizen Journalism
Berkah Ramadan dari Vatikan untuk Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa ke-57 yang dipakai oleh portal berita Vatikan (Vatican News)
Saat Anda membaca artikel ini, maka berbahagialah karena Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa ke-57 yang dipakai oleh portal berita Vatikan (Vatican News), yang kebetulan kesepakatan pada 25 Maret 2026 ini bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomasi Indonesia-Vatikan.
Terwujudnya penandatanganan kerja sama yang dilakukan oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekaligus Uskup Keuskupan Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo dan Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Paolo Ruffini merupakan perjuangan panjang.
Usaha ini dimulai sejak tahun 2022, saat itu dua anggota Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) AM Putut Prabantoro dan Lucius Gora Kunjana menyampaikan hal ini kepada Dubes RI Untuk Takhta Suci, Laurentius Amrih Jinangkung.
Tentu saja, proses ini tak mudah karena saat itu Dubes Amrih Jinangkung dipanggil pulang untuk menjadi Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Perjuangan PWKI kembali aktif berjuang sejak Dubes Trias Kuncahyono resmi mendapatkan kredensial pada 11 Desember 2023. Pak Amrih, demikian biasa kami menyapa beliau mendukung penuh upaya ini.
Hasrat untuk mewujudkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa layanan ini semakin membesar karena Paus Fransiskus memastikan melakukan kunjungan apostolik dan kenegaraan bersejarah ke Indonesia.
Jujur saja kami sedikit tergesa karena di portal tersebut, justru bahasa Vietnam yang terlebih dahulu diakui sebagai bahasa layanan resmi. Padahal secara statistik jumlah umat Katolik di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Vietnam.
Jika populasi umat Katolik di Vietnam sekitar 5,6 hingga 7 juta orang, maka umat Katolik Indonesia berkisar antara 8,3 juta hingga lebih dari 12 juta jiwa.
Ini belum termasuk fakta Bahasa Indonesia jadi acuan umat Katolik di Malaysia, Singapura dan Timor Leste.
Saya ikut dalam rombongan PWKI pada April 2024 untuk kembali mengetuk hati Vatikan.
Prosesnya tidak mudah karena permintaan—lebih tepatnya perintah--dari Pak Amrih sangat mepet dengan Ramadan 2024. Alhamdulilah, kami berhasil berangkat!
Tentu saja proses lobi yang dikawal secara langsung oleh Dubes Trias tak mudah dilakukan karena portal berita Vatikan dikelola secara langsung oleh Dikasteri Komunikasi Takhta Suci. Artinya, dokumen kerjasama harus dilakukan secara resmi melalui KWI.
Baca juga: Vatikan Tolak Ajakan Donald Trump Gabung Dewan Perdamaian
Tekad Prabowo
Berbekal keberangkatan tahun 2024, maka di tahun 2025, upaya mewujudkan MoU Bahasa Indonesia makin intens.
Di pihak KWI, komunikasi intens dilakukan langsung ke Vatikan terutama dalam hal penyusunan draft dokumen.
Saya sebagai umat yang tak terlalu betah beribadah sungguh tak sabar dengan proses administrasi Gereja yang berliku.
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dr-algooth-putranto-1.jpg)