Tribunners / Citizen Journalism
Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi
NU bukan organisasi yang lahir dari rahim kekuasaan negara. Justru negara ini berdiri karena jasa para ulama NU.
Apakah NU masih bisa berdiri dengan kaki sendiri?
Apakah para kiai masih bisa menentukan arah jam’iyah tanpa tekanan kekuasaan?
Apakah negara masih punya adab terhadap sang pendiri NKRI ini?
Pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih penting daripada sekadar siapa nanti yang menang dalam Muktamar.
Karena yang sedang dipertaruhkan bukan hanya kursi kepemimpinan PBNU.
Yang sedang dipertaruhkan adalah marwah NU sebagai kekuatan moral bangsa.
Dan bangsa yang baik seharusnya tahu cara menghormati para pendirinya: bukan dengan mencampuri rumah mereka, tetapi dengan menjaga kehormatan dan independensinya.
Salam amar ma’ruf nahi munkar
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Acara-Puncak-Harlah-Ke-100-Nahdlatul-Ulama.jpg)