Kamis, 21 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

NU bukan organisasi yang lahir dari rahim kekuasaan negara. Justru negara ini berdiri karena jasa para ulama NU.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
JELANG MUKMATAMR NU - Foto saat acara Puncak Harlah Ke-100 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). 

Apakah NU masih bisa berdiri dengan kaki sendiri?

Apakah para kiai masih bisa menentukan arah jam’iyah tanpa tekanan kekuasaan?

Apakah negara masih punya adab terhadap sang pendiri NKRI ini?

Pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih penting daripada sekadar siapa nanti yang menang dalam Muktamar.

Karena yang sedang dipertaruhkan bukan hanya kursi kepemimpinan PBNU.

Yang sedang dipertaruhkan adalah marwah NU sebagai kekuatan moral bangsa.

Dan bangsa yang baik seharusnya tahu cara menghormati para pendirinya: bukan dengan mencampuri rumah mereka, tetapi dengan menjaga kehormatan dan independensinya.

Salam amar ma’ruf nahi munkar

Sesuai Minatmu

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved