Pemilu 2019

DPTHP 1 Ditetapkan, Tersedia Waktu 60 Hari untuk Perbaikan Data Pemilih

"KPU membuat rekapitulasi DPTHP 1. Siapapun yang mempunyai catatan dipersilakan masukan paling lama 60 hari ke depan," ujar Ketua KPU RI

DPTHP 1 Ditetapkan, Tersedia Waktu 60 Hari untuk Perbaikan Data Pemilih
Kompas.com/PRIYOMBODO
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPU RI menetapkan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 1. Penetapan rekapitulasi DPTHP 1 dilakukan melalui rapat pleno terbuka di Ruang Sidang Utama Lantai 2 KPU RI, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018) sore.

Baca: Habib Rizieq Ajak Ulama dan Umat Islam yang Hadiri Ijtima Ulama II Tuk Menangkan Prabowo-Sandiaga

Rapat pleno dihadiri KPU RI, KPU Kabupaten/Kota, Bawaslu RI, Bawaslu Kabupaten/Kota, partai politik peserta pemilu 2019, DKPP, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan lembaga pemantau pemilu.

Selain menetapkan rekapitulasi DPTHP 1, peserta rapat pleno juga menyepakati adanya perbaikan DPT selama jangka waktu 60 hari sejak ditetapkan DPTHP 1, pada hari Minggu ini.

"KPU membuat rekapitulasi DPTHP 1. Siapapun yang mempunyai catatan dipersilakan masukan paling lama 60 hari ke depan," ujar Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Menurut dia, catatan itu tidak hanya temuan mengenai data pemilih ganda, tetapi juga temuan mengenai pemilih meninggal dunia dan warga yang belum mempunyai KTP-el.

"Tidak hanya catatan kegandaan, tetapi juga KTP-el, (pemilih,-red) meninggal dunia. Nanti, kami sampaikan supaya diperbaiki 60 hari ke depan," tambahnya.

Rapat pleno ini merupakan tindaklanjut dari rapat pleno penetapan DPT pada tanggal 5 September lalu. Pada waktu itu, perwakilan parpol dan Bawaslu RI memberikan masukan mengenai temuan data pemilih ganda.

Lalu, selama jangka waktu 10 hari, pihak KPU RI hingga ke tingkat kabupaten/kota bekerjasama dengan Bawaslu dan partai politik melakukan penelusuran untuk mengklarifikasi mengenai temuan data pemilih ganda.

Di kesempatan itu, Arief menyampaikan jumlah pemilih di dalam negeri menjadi 185.084.629 dan luar negeri menjadi 2.025.344. Sehingga, total jumlah pemilih menjadi 187.109.973.

Adapun, jumlah itu berkurang sebanyak 671.911 dibandingkan DPT yang dirilis pada 5 September lalu, dimana jumlah pemilih mencapai 187.781.884.

Sedangkan, jumlah tempat pemungutan suara untuk pemilu dalam negeri ada 805.062, yang meliputi 83370 kelurahan/desa, 7201 kecamatan, 514 kabupaten/kota, dan 34 provinsi.

Sedangkan untuk pemilu luar negeri, 616 jumlah TPS, 1448 jumlah Kotak Suara Keliling, 717.710 metode pemilihan pos jumlah pemilih, 268 jumlah pos.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved