INDEF: Kinerja Amburadul, Investor Asing Kecewa Kinerja Tim Ekonomi di Kabinet Jokowi Jilid I

Sikap investor sendiri cenderung wait and see terhadap momen pelantikan presiden dan wakil presiden yang akan diselenggarakan pada 20 Oktober nanti.

INDEF: Kinerja Amburadul, Investor Asing Kecewa Kinerja Tim Ekonomi di Kabinet Jokowi Jilid I
Tribunnews.com / Ruth Vania
Ekonom INDEF Bhima Yudistira Adhinegara. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat ekonomi INDEF, Bhima Yudhitira Adhinegara menyatakan, para investor, terutama di pasar modal, sangat menuggu-nunggu siapa saja sosok-sosok menteri baru yang akan dipasang Jokowi-maruf Amin di tim ekonomi mereka di 5 tahun pemerintahannya.

Ini karena para investor selama ini kecewa terhadap kinerja para menteri Jokowi di tim ekonomi selama hampir 5 tahun terakhir. 

"Pastinya akan berpengaruh, pelaku pasar mengharapkan adanya kebaruan dalam tim ekonomi (di kabinet), karena di periode I banyak kinerja yang jauh dari kata berhasil," ujar Bhima dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews, Rabu (16/10/2019).

Sikap investor sendiri cenderung wait and see terhadap momen pelantikan presiden dan wakil presiden yang akan diselenggarakan pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Baca: Ekonom Faisal Basri: Kalau Chatib Jadi Menkeu, Sri Mulyani Cocoknya Menko Perekonomian

Para investor asing telah mencatatkan jual bersih saham sebesar Rp 108,4 miliar hingga siang ini.

Jika dihitung hingga satu bulan terakhir, aksi jual ileh investor asing di bursa sudah mencapai Rp 2,18 triliun.

Baca: Fadli Zon Disebut-sebut Masuk Bursa Calon Menteri di Kabinet Jokowi, Segini Daftar Kekayaannya

Bhima menyebutkan, sejumlah kementerian dianggap memiliki segudang tugas yang harus dibenahi.

"Misalnya kinerja Kementerian Perdagangan yang memperburuk defisit perdagangan, kinerja menteri BUMN dimana pengelolaan utang BUMN yang ugal-ugalan dan banyak penugasan yang dipaksakan," kata Bhima.

Bhima menegaskan, jika pemilihan sosok menteri di kursi 'tim ekonomi' Jokowi-Ma'ruf sesuai dengan harapan pelaku pasar, para investor asing diyakini akan untuk kembali masuk ke Indonesia.

"Jadi semakin banyak yang dirombak, market semakin happy," tegas Bhima.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved