Breaking News:

Sepanjang 2020, Waskita Catat Nilai Kontrak Baru Rp 27 Triliun

Tingkat kemenangan tender naik menjadi 35,2 persen, membuktikan bahwa Waskita memiliki daya saing yang baik di industri konstruksi

IST
Pemantauan kepatuhan Covid Safe di semua perimeter proyek konstruksi Waskita Karya dilakukan dengan aplikasi Cosmic. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) optimis kinerja operasional dan keuangan dapat mengalami perbaikan secara signifikan pada tahun 2021, setelah kinerjanya terkoreksi di 2020 akibat pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 yang dimulai sejak awal tahun 2020 dan masih berlangsung sampai dengan saat ini telah membawa dampak yang sangat berat bagi perekonomian secara umum, termasuk sektor konstruksi.

Kendati demikian, di tengah kondisi yang sangat menantang tersebut, Waskita dapat mencatatkan perolehan nilai kontrak baru tahun 2020 sebesar Rp 27 triliun.

Pencapaian ini berada diatas target yang telah ditetapkan dan lebih tinggi dibandingkan para pesaingnya.

Tingkat kemenangan tender juga mengalami peningkatan menjadi 35,2 persen, membuktikan bahwa Waskita memiliki daya saing yang baik di industri konstruksi.

Presiden Direktur Waskita Destiawan Soewardjono mengatakan Waskita tetap mendapatkan kepercayaan yang besar dari para pemilik proyek.

“Pencapaian nilai kontrak baru ini akan menjadi katalis positif perbaikan kinerja Waskita,” terang Destiawan, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Dapatkan Dana Segar, Waskita dan Hutama Karya Tawarkan Sejumlah Asetnya ke SWF Indonesia

Berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru Waskita dari proyek infrastruktur konektivitas seperti jalan, jalan tol, dan jembatan adalah sebesar 43 persen, proyek EPC sebesar 27 persen, proyek Gedung sebesar 13 persen, proyek infrastruktur sumber daya air sebesar 8 persen, serta proyek dari anak usaha sebesar 9 persen.

Beberapa proyek besar yang diperoleh Waskita pada 2020 antara lain Proyek Tol Ciawi – Sukabumi seksi 3 dan 4 senilai Rp 3,3 triliun, proyek konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro Batang Toru dengan nilai Rp 887 miliar, Bendungan Jragung Paket 1 senilai Rp 733 miliar, dan Jaringan Irigasi Rentang dengan nilai kontrak Rp 554 miliar.

Halaman
123
Penulis: Sanusi
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved