Sabtu, 30 Agustus 2025

Digitalisasi Warung Kelontong Dinilai Bawa Dampak Positif ke Perekonomian

Pemerintah bersama sektor swasta, perlu berkolaborasi menjaga agar komoditas sektor UMKM semakin berkualitas.

Tribun Medan/Kartika Sari
Ilustrasi. Ekonom dan Peneliti Indef Nailul Huda menilai warung kelontong bagian dari sektor UMKM mempunyai kekuatan untuk bertahan di tengah pandemi sekaligus yang paling berhasil cepat pulih. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom dan Peneliti Indef Nailul Huda menilai warung kelontong bagian dari sektor UMKM mempunyai kekuatan untuk bertahan di tengah pandemi sekaligus yang paling berhasil cepat pulih.

Menurutnya, digitalisasi warung kelontong membawa dampak positif bagi pemulihan perekonomian nasional.

"UMKM ini kan tidak mengandalkan barang impor ataupun mengandalkan pangsa ekspor. Jadi selama daya beli masyarakat domestik masih kuat, UMKM akan tetap bertahan," urai Nailul kepada media, Jumat (3/2/2023).

Baca juga: Menteri Teten Ungkap Indikator UMKM Sudah Harus Terhubung ke Rantai Pasok Usaha Besar

"Jadi daya beli masyarakat ini akan mempengaruhi kinerja dari UMKM. Ketika daya beli kuat maka UMKM akan mampu bertahan dan menjadi penopang ekonomi nasional," sambungnya.

Dukungan digitalisasi terhadap sektor UMKM yang dilakukan Bukalapak melalui platform Mitra Bukalapak, platform online-to-offline (020), diyakini akan semakin mendorong ekonomi di tengah isu perlambatan ekonomi global.

Karena itu, pemerintah bersama sektor swasta, tentu saja perlu berkolaborasi menjaga agar komoditas sektor UMKM semakin berkualitas.

Selain itu, Nailul mendorong pemerintah menyusun berbagai kebijakan yang mampu menjaga daya beli agar sektor UMKM, termasuk yang menggunakan platform digital, bisnisnya tetap tumbuh.

"Apa yang dilakukan Mitra Bukalapak dalam menghadirkan layanan yang memudahkan masyarakat dan meningkatkan nilai jual produk UMKM tentu saja perlu terus disempurnakan dan didukung," urai dia.

Nailul melanjutkan bahwa terkait akses digital, kuncinya ada tiga.

Pertama adalah infrastruktur karena infrastruktur digital belum merata, terlebih di daerah luar pulau jawa.

Kedua adalah SDM atau pengetahuan pelaku UMKM terhadap digitalisasi.

Dan ketiga adalah penggunaan infrastruktur teknologi untuk kegiatan ekonomi.

"Ini yang perlu diperhatikan untuk digitalisasi sektor UMKM, karena itu kolaborasi pemerintah swasta juga diperlukan," ucap Nailul.

Mitra Bukalapak Haryani mengatakan dirinya mampu menyulap warung sederhananya menjadi penyedia layanan finansial yang berhasil menjangkau berbagai kalangan masyarakat di sekitarnya.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan