Sabtu, 16 Mei 2026

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22 dan 23 April 2025 memutuskan menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen.

Tayang:
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
dok. Bank Indonesia
TAHAN SUKU BUNGA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22 dan 23 April 2025 memutuskan menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22 dan 23 April 2025 memutuskan menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 22 dan 23 April 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-RATE sebesar 5,75 persen. Demikian juga suku bunga deposit facility tetap 5 persen dan suku bunga landing facility tetap sebesar 6,5 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers secara virtual, Rabu (23/4/2025).

Perry menyebut bahwa keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga prakiraan inflasi 2025 dan 2026 tetap terkendali dalam sasaran 2,5+-1 persen, mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamental di tengah makin meningkatnya ketidakpastian Global. Serta untuk turut mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu kebijakan makro prudential dan sistem pembayaran terus dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

"Ke depan Bank Indonesia terus mencermati ruang penurunan BI-rate lebih lanjut dengan mempertimbangkan stabilitas nilai tukar Rupiah prospek inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas dia.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira berpendapat, Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga BI-Rate di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2025.

 

"Proyeksi masih dipertahankan BI 7 DDR di level 5,75 persen," kata Bhima dalam keterangannya, Rabu (23/4/2025).

"Faktornya pelemahan kurs rupiah sejauh ini masih bisa ditahan dengan cadangan devisa. Per maret 2025 cadev masih 157 miliar dolar AS, atau masih cukup untuk intervensi tanpa naikkan suku bunga," imbuh dia.

Baca juga: Hari Ini Bank Indonesia Bakal Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen, Ini Alasannya

Bhima menyebut, BI masih akan menjaga suku bunga sebagai stimulus di sektor riil agar tidak terjadi kenaikan beban bunga pinjaman baik kredit usaha maupun kredit konsumsi. 

Meski begitu, menurutnya Bank Indonesia perlu memperhatikan nilai tukar rupiah yang masih berisiko tertekan. Terutama pada musim pembagian dividen karena ada repatriasi dana keluar negeri. 

"Investor asing setelah mendapat dividen cenderung mentransfer kembali ke negara asalnya. Kemudian perlu diperhatikan puncak pembayaran utang pemerintah yang jatuh tempo rentan menurunkan cadangan devisa," ungkap dia.

Baca juga: Donald Trump Ancam Pecat Jerome Powell Gegara Ogah Pangkas Suku Bunga The Fed

Hal lain juga disampaikan Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede yang memproyeksikan BI akan menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen.

"BI diperkirakan akan mempertahankan BI-rate pada level 5,75 persen," kata Josua dalam keterangannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved