Rabu, 22 April 2026

Usai Garuda Indonesia, Bos Danantara Ogah Gegabah Langsung Tempatkan WNA di BUMN Lain

Rosan Roeslani enggan buru-buru langsung menempatkan orang asing menjadi petinggi di BUMN lain setelah Garuda Indonesia.

Endrapta Pramudhiaz
PETINGGI ASING DI BUMN - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani ketika ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025). Ia mengungkap kemungkinan warga negara asing juga menjadi petinggi di berbagai BUMN. Dok: Endrapta Pramudhiaz 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chief Executive Office (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani enggan buru-buru langsung menempatkan orang asing menjadi petinggi di BUMN lain setelah Garuda Indonesia.

Diketahui, ada dua orang asing yang kini mengisi kursi petinggi Garuda Indonesia.

Mereka adalah Balagopal Kunduvara yang menempati posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko dan Neil Raymond Mills yang kini menjabat sebagai Direktur Transformasi.

Untuk menempatkan warga negara asing pimpinan BUMN, Rosan mengungkap harus dilakukan analisa terlebih dahulu.

"Apakah ini akan diberlakukan di BUMN lain? Kita akan analisa," kata Rosan ketika ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Rosan menyatakan bahwa perlu dilakukan analisa mendalam untuk menilai apakah warga negara asing tersebut mampu mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja Indonesia di BUMN terkait.

Selain itu, juga harus dipastikan bahwa kehadiran warga negara asing tersebut dapat mendorong BUMN mencapai standar internasional yang berlaku.

"Ekspatriat yang kita bawa di BUMN-BUMN itu memang bisa memberikan transfer teknologi, pengetahuan, dan juga lebih membawa BUMN kita ke standar internasional dengan pengalaman [mereka] yang lebih panjang," ujar Rosan.

Baca juga: CIO Danantara Janjikan Imbal Hasil Menarik bagi Investor Proyek Sampah Jadi Energi

"Jadi standarnya, baik secara good governance-nya, tata kelolanya juga, ini sangat-sangat ingin kami tingkatkan," sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memperbolehkan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diisi oleh orang asing.

Prabowo awalnya mengungkap ia telah memberi arahan kepada CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani agar memangkas jumlah BUMN yang ada.

"Saya telah memberikan arahan kepada Ketua Danantara untuk melakukan rasionalisasi secara menyeluruh, mengurangi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi angka yang lebih masuk akal, mungkin sekitar 200, 230, atau 240," katanya dalam acara Forbes Global CEO Conference di Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025).

Selain itu, ia juga telah meminta Danantara untuk menjalankan BUMN dengan standar bisnis internasional.

Mereka pun diperbolehkan mencari talenta terbaik atau orang-orang paling cerdas untuk bergabung.

"Selain itu, saya telah mengubah regulasi, sehingga kini ekspatriat atau non-WNI juga dapat memimpin BUMN kita. Jadi, saya sangat antusias dengan perubahan ini," ujar Prabowo.

 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved