Selasa, 14 April 2026

Produksi Migas PEP Prabumulih Field Tembus 124 Persen di Atas Target

PEP Prabumulih Field berhasil menekan biaya produksi hingga 8 dolar AS per setara barel minyak, turun 11,11 persen dibanding biaya produksi di 2024.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
(DOK. OXVA)
KINERJA PERTAMINA EP - Pekerja di kilang produksi PEP Prabumulih Field. Produksi minyak dan gas bumi di Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field mencapai 124,9 persen dari target dengan volume produksi minyak year to date (YTD) 11.024 barel per hari (BOPD). 

Ringkasan Berita:
  • Produksi minyak dan gas bumi di Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field mencapai 124,9 persen dari target dengan volume produksi minyak year to date (YTD) 11.024 barel per hari (BOPD).
  • PEP Prabumulih Field juga berhasil menekan biaya produksi hingga 8 dolar AS per setara barel minyak (BOE), turun 11,11 persen dibandingkan biaya produksi di 2024.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, PRABUMULIH - PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field mencatatkan kinerja produksi minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target sepanjang 2025.

Hingga akhir tahun ini, realisasi produksi migas mencapai 124,9 persen. Produksi minyak year to date (YTD) PEP Prabumulih Field tercatat sebesar 11.024 barel per hari (BOPD), melampaui target tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 8.347 BOPD. 

Sementara itu, produksi gas mencapai 118,89 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) atau setara 102,8 persen dari target 114,5233 MMSCFD.

Selain mencetak kinerja produksi yang solid, PEP Prabumulih Field juga berhasil menekan biaya produksi hingga 8 dolar AS per setara barel minyak (BOE). 

Angka tersebut turun 11,11 persen dibandingkan biaya produksi pada 2024 yang berada di level 9 dolar AS per BOE.

Dari sisi pendapatan, PEP Prabumulih Field membukukan revenue sebesar 366 juta dolar AS sepanjang 2025, menjadi yang terbesar dan mendapat apresiasi dalam ajang Production Summit PEP 2025.

Senior Manager PEP Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah menyebut peningkatan produksi ini ditopang oleh kolaborasi seluruh tim dan pemangku kepentingan.

"Produksi minyak PEP Prabumulih Field tumbuh/growth dari 8.000-an BOPD di 2024 menjadi lebih dari 10.000-an BOPD di 2025. Semua berkat team work yang solid dan kolaborasi dengan seluruh tim Prabumulih dan Zona 4 serta dukungan semua stakeholder," tutur Luthfi dalam keterangan resmi, Rabu (31/12/2025).

Baca juga: Lelang WK Migas Tahap III 2025 Telah Dibuka, Kementerian ESDM Tawarkan Kebijakan Fiskal Menarik

Cluster Gunung Kemala masih menjadi tulang punggung peningkatan produksi migas di PEP Prabumulih Field. Selain itu, temuan pengembangan di area LKT turut mendongkrak produksi.

Upaya menjaga penurunan alami produksi (decline) dan optimasi produksi tetap menjadi kunci pencapaian kinerja tersebut.

Sebelum pengembangan pada 2023, Cluster Gunung Kemala hanya memiliki tiga sumur dengan produksi sekitar 50 BOPD pada 2022. Seiring temuan baru di struktur Gunung Kemala, dilakukan berbagai penyiapan fasilitas produksi, serta proyek debottlenecking.

Baca juga: Bahas Mafia Migas, Sudirman Said Ungkap 3 PR Indonesia agar Jadi Superpower

Sejak pengembangan dimulai dengan metode High Res Compartment Identification and New Stratigraphic Concept, kapasitas produksi minyak cluster ini meningkat hingga rata-rata 2.400 BOPD pada 2025.

Capaian kinerja tersebut juga diiringi dengan prestasi nihil kecelakaan kerja. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh aktivitas operasi PEP Prabumulih Field

Berbagai inovasi yang dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi juga mengantarkan PEP Prabumulih Field meraih penghargaan Best Innovation dan Best Lifting Oil dalam forum Continuous Improvement Program (CIP) PEP Regional 1.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved