Kamis, 30 April 2026

Desember 2025 Inflasi 0,64 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Pangan 

Inflasi bulanan Desember 2025 disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 1,66 persen dengan kontribusi 0,48 persen.

Tayang:
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Choirul Arifin
INFLASI DESEMBER 2025 - Etalase groseri di sebuah supermarket di kawasan Ciater, Tangerang Selatan, Sabtu, 3 Januari 2026. Inflasi bulanan Desember 2025 terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 1,66 persen dengan kontribusi 0,48 persen. 
Ringkasan Berita:
  • Indonesia mengalami inflasi bulanan 0,64 persen di Desember 2025 yang tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92 di Desember 2025.
  • Inflasi bulanan Desember 2025 terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 1,66 persen dengan kontribusi 0,48 persen.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia mengalami inflasi bulanan 0,64 persen di Desember 2025 yang tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92 di Desember 2025.

"Pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 0,64 persen secara bulanan atau month to month atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen atau IHK dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92 pada Desember 2025," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS)  Pudji Ismartini, Senin (5/1/2026).

Pudji merinci, inflasi year-on-year dan inflasi tahun kalender atau year-to-date tercatat sebesar 2,92 persen pada akhir tahun 2025. 

"Kelompok penyumbang inflasi bulanan terbesar yaitu adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,66 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,48 persen," jelas dia. 

Berdasarkan data BPS, inflasi bulanan Desember 2025 terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 1,66 persen dengan kontribusi 0,48 persen.

Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini antara lain cabai rawit dengan andil 0,17 persen, daging ayam ras dengan andil 0,09 persen, bawang merah dengan andil 0,07 persen, ikan segar dengan andil 0,04 persen dan telur ayam ras dengan andil 0,03 persen.

"Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi adalah emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,07 persen kemudian bensin dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen dan tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen," jelas dia.

Baca juga: Inflasi Tembus 2,86 Persen, Wamendagri Minta Daerah dengan Inflasi Tinggi Lakukan Pengendalian

Di sisi lain, masih terdapat komoditas yang menahan laju inflasi atau mengalami deflasi, yakni cabai merah dengan andil deflasi sebesar 0,03 persen.

Pudji menjelaskan, inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen terutama didorong oleh komponen harga bergejolak (volatile food) yang mengalami inflasi 2,74 persen dan memberikan andil terbesar, yakni 0,45 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak ini adalah cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras," tutur Pudji.

Baca juga: BPS: Inflasi Oktober 2025 Tembus 0,28 Persen Tertinggi Sejak 2021

Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan andil 0,12 persen. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi inti adalah emas perhiasan dan minyak goreng.

Adapun komponen harga diatur pemerintah tercatat mengalami inflasi 0,37 persen dan memberikan andil sebesar 0,07 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi pada komponen ini antara lain bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved