Minggu, 19 April 2026

Bisnis Akar Rumput Menguat, Fintech dan UMKM Buka Peluang Kerja Baru

Industri fintech diprediksi terus tumbuh dengan nilai diperkirakan mencapai 20,93 miliar dolar AS di 2025 dan akan mencapai 32,67 miliar dolar AS.

HO/IST
TOPANG UMKM - Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra bersama para perempuan UMKM Amartha. Sustainability Report Amartha 2024 mencatat 77 persen mitra mengalami peningkatan pendapatan sejak menjadi mitra. 

Ringkasan Berita:
  • Industri fintech Indonesia diprediksi terus tumbuh dengan nilai yang diperkirakan mencapai 20,93 miliar dolar AS di 2025 dan akan mencapai 32,67 miliar dolar di 2030.
  • Capaian ini turut mendorong pertumbuhan UMKM, menciptakan lapangan kerja berdasar hasil kajian Sustainability Report Amartha 2024.

 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,47 juta orang pada Agustus 2024, meningkat 4,91 persen dibandingkan Februari 2024.

Di tengah tantangan pasar tenaga kerja tersebut, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi penyerapan sekitar 97 persen tenaga kerja.

Ketahanan UMKM semakin diperkuat oleh pertumbuhan industri financial technology (fintech) yang menyediakan akses pembiayaan dan layanan keuangan berbasis digital.

Seiring meningkatnya adopsi teknologi dan kebutuhan layanan keuangan inklusif, pasar fintech Indonesia diproyeksikan terus bertumbuh. Laporan Mordor Intelligence memperkirakan nilai pasar fintech nasional mencapai USD20,93 miliar pada 2025 dan meningkat menjadi USD32,67 miliar pada 2030.

Ekspansi fintech tersebut berimplikasi langsung pada peningkatan kapasitas usaha UMKM, khususnya di segmen ultra mikro dan perdesaan.

Dengan akses modal yang lebih luas, pelaku usaha mampu memperbesar skala produksi, meningkatkan produktivitas, serta membuka lapangan kerja baru di tingkat lokal. Dampaknya tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga mendorong pemerataan kesejahteraan.

Baca juga: BFN 2025 Perkuat Tata Kelola dan Talenta Fintech Nasional

Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, menilai fintech memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, sektor fintech berkontribusi sekitar 4,74 persen terhadap perekonomian Indonesia, sekaligus menjadi penggerak penguatan UMKM melalui layanan pembiayaan, dompet digital, investasi mikro, dan produk keuangan lainnya.

Sepanjang 2024, Amartha mencatat telah mendorong terciptanya lebih dari 110.000 lapangan kerja di wilayah perdesaan, yang sebagian besar berasal dari aktivitas usaha perempuan pelaku UMKM.

Data Sustainability Report Amartha 2024 menunjukkan, 77 persen mitra usaha mengalami peningkatan pendapatan sejak bergabung, sehingga memiliki ruang finansial yang lebih sehat untuk menabung dan menambah aset.

Baca juga: Ancaman Fraud Mengintai Bisnis Fintech, Ini yang Dilakukan Jalin dan Aftech

Selain itu, sebanyak 50.467 UMKM ultra mikro tercatat berhasil naik kelas menjadi usaha skala kecil, mencerminkan dampak pembiayaan terhadap keberlanjutan dan pertumbuhan usaha.

Capaian tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan UMKM tidak hanya ditentukan oleh akses modal, tetapi juga oleh pendekatan bisnis yang berkelanjutan.

Amartha mengombinasikan penyaluran pembiayaan dengan edukasi keuangan, pendampingan kewirausahaan, layanan yang transparan, serta penguatan perlindungan data nasabah.

Pendekatan tersebut membuat Amartha meraih sertifikasi Gold-Level dari MicroFinanza Rating (MFR), lembaga pemeringkat independen berbasis di Eropa. Hingga kini, perusahaan telah menyalurkan lebih dari Rp35 triliun pembiayaan kepada 3,3 juta perempuan pelaku UMKM di 50.000 desa di Indonesia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved