Sabtu, 30 Mei 2026

Cadangan Devisa Indonesia Akhir 2025 Naik Jadi 156,5 Miliar Dolar AS

Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
CADANGAN DEVISA - Ilustrasi. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 sebesar 156,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) 
Ringkasan Berita:
  • Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor.
  • Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 sebesar 156,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau meningkat dibandingkan posisi pada akhir November 2025 sebesar 150,1 miliar dolar AS.

Cadangan devisa adalah aset keuangan dalam valuta asing yang dimiliki dan dikelola oleh bank Indonesia untuk membiayai transaksi internasional dan menjaga stabilitas perekonomian. 

Cadangan devisa juga bisa diartikan sebagai simpanan kekayaan negara dalam mata uang asing yang digunakan sebagai “penyangga” ekonomi.

Baca juga: Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi 149,9 Miliar Dolar AS pada Oktober 2025

"Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Ramdan mengatakan, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang diprakirakan terus berlanjut sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik," tutur dia.

Selain itu, Bank Indonesia juga terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved