Jadi Deputi Gubernur BI Terpilih, Thomas Djiwandono Klaim Tidak Ada 'cawe-cawe' Presiden Prabowo
Thomas Djiwandono mengeklaim tidak ada campur tangan atau “cawe-cawe” Presiden Prabowo Subianto dalam proses pencalonan dirinya di Bank Indonesia
Ringkasan Berita:
- Thomas Djiwandono memiliki kedekatan erat dengan Presiden Prabowo Subianto
- Thomas merupakan anak dari kakak Prabowo yakni Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono mengeklaim tidak ada campur tangan atau “cawe-cawe” Presiden Prabowo Subianto dalam proses pencalonan dirinya di Bank Indonesia.
Diketahui, Thomas Djiwandono memiliki kedekatan erat dengan Presiden Prabowo Subianto, Thomas merupakan anak dari kakak Prabowo yakni Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo.
"Saya jelaskan tidak ada pembahasan saya dan Presiden mengenai ini (pencalonan Deputi Gubernur BI) tidak ada," kata Thomas saat Konferensi Pers di Kementerian Keuangan, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Thomas Djiwandono Temui Bos BI Perry Warjiyo Usai Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Thomas Djiwandono mengaku mengundurkan diri dari Partai Gerinda pada akhir tahun 2025. Kemudian pada awal Januari nama Thomas dicalonkan sebagai Deputi Gubernur BI. Jangka waktu yang amat singkat ini membawa anggapan bahwa ada pembahasan sebelumnya dengan Presiden Prabowo.
Namun, Dia menegaskan, anggapan bahwa pengunduran diri dari Partai Gerinda berkaitan langsung dengan pencalonan Deputi Gubernur BI terlalu dipaksakan jika hanya dilihat dari sisi waktu.
"Kalau mau dilihat itu pas-pasan saya bisa logikanya sama aja dong, kenapa gak dilihat dari pas saya mundur dari bendahara umum logikanya kalau gitu udah lama dong kan kira-kira kan seperti itu," ucap Thomas.
"Saya mengundurkan diri tanggal 31 karena ya terus terang saya gak kepikiran saya cuma saat itu ya udahlah tahun ada tahun baru ya, apa ini udahlah saya mau mundur," imbuhnya menegaskan.
Ia pun meminta publik tidak terus-menerus mengaitkan setiap langkahnya dengan isu politik atau dugaan intervensi kekuasaan.
"Nah silahkan anda terima itu tidak gitu loh interpretasinya seperti apa, tapi saya minta jangan semua terlalu di konek-konek terus gitu apa seakan-akan ada sesuatu yang gimana-gimana," ujar Thomas.
"Saya tahu banyak sources-sources yang bilangnya ini ini itu dan itu yaudah itu saya gak bisa apa istilahnya gak bisa lawan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Thomas menegaskan keinginannya untuk tidak lagi aktif di politik sebenarnya sudah muncul sejak lama, bahkan sejak dirinya bergabung di Kementerian Keuangan.
"Tapi poinnya adalah bahwa pemikiran saya untuk tidak aktif di politik itu sudah lama sebenarnya sejak saya masuk di Kemenkeu, karena sebenarnya juga masalah waktu juga sih waktu itu saya gak ada waktu ya ngurusin partai dan sebagainya, dan untuk apa untuk regenerasi partai dan dan sebagainya dan seterusnya. Jadi itu sekali lagi saya tekankan tidak ada," tegas Thomas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Wakil-Menteri-Keuangan-Thomas-Djiwandono-fix-jadi-deputi-Gub-BI.jpg)