Rabu, 29 April 2026

GAPMMI Bakal Ikuti Aturan Label Gula Tinggi, Tapi Minta Pemerintah Siapkan Peta Jalan yang Jelas

Industri meminta peta jalan yang jelas agar implementasi tidak mengganggu keberlangsungan usaha dan penerimaan pajak.

Tayang:
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
LABEL MINUMAN GULA - Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman usai acara Bincang Bahari di kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • GAPMMI menyatakan siap mengikuti kebijakan pemerintah soal pelabelan produk bergula tinggi sesuai PP Nomor 1 Tahun 2026.
  • Produsen mengaku telah melakukan reformulasi dan menghadirkan pilihan lebih sehat.
  • Industri meminta peta jalan yang jelas agar implementasi tidak mengganggu keberlangsungan usaha dan penerimaan pajak.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menyatakan pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah untuk memasang label pada produk makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi.

"Kita sudah pasti akan memenuhi kebutuhan pemerintah ya," katanya ketika ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Menurut dia, produsen sebenarnya juga sudah memiliki berbagai produk yang tak memiliki gula di dalamnya.

Baca juga: Pemanis Non-Gula dan Masa Depan Kesehatan Publik

Untuk produk yang mengandung gula, ia menyebut sudah banyak produsen yang melakukan reformulasi.

Selain itu, sudah banyak pula produk-produk anggota GAPMMI yang memberikan logo pilihan lebih sehat dari BPOM.

"Itu artinya sudah mengurangi gulanya, garamnya, lemaknya, dan lain sebagainya menjadi pilihan lebih sehat karena kita ingin memenuhi permintaan konsumen yang membutuhkan itu," ujar Adhi.

Ketika kelak produk bergula tinggi sudah diberi label, ia mengingatkan bahwa yang menjadi penentu akhir tetaplah konsumen dan gaya hidup mereka.

Adhi memandang jika konsumen tetap mengonsumsi produk bergula tinggi, mereka perlu mengimbanginya dengan olahraga yang cukup.

"Kalau makan banyak terus tidak ada aktivitas di olahraga tentunya akan menjadi penyakit," ucap Adhi.

Ia pun meminta agar implementasi pemberian label pada produk bergula tinggi ini bisa memiliki peta jalan yang jelas.

Dengan peta jalan yang jelas, Adhi merasa produsen dan konsumen bisa sama-sama melakukan penyesuaian.

"Peta jalannya jelas. Itu yang paling penting," kata Adhi.

Tanpa peta jalan yang jelas, Adhi khawatir dalam jangka panjang bisa memengaruhi keberlangsungan industri makanan dan minuman.

"Jangan sampai kita nanti produksi less sugar tapi nanti konsumen nggak ada yang beli. Akhirnya industri mati seperti itu," ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved