Perjanjian Dagang RI dengan AS
Menko Airlangga Tegaskan Tarif Dagang RI-AS Turun Jadi 15 Persen
Menko Airlangga Hartarto menyatakan, kebijakan tarif dagang RI-Amerika Serikat (AS) turun menjadi 15 persen dari sebelumnya 19 persen.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati kerja sama perdagangan melalui penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade
- Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari perjanjian 22 Juni 2025, yang menurunkan tarif resiprokal Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, kebijakan tarif dagang RI-Amerika Serikat (AS) turun menjadi 15 persen dari sebelumnya 19 persen.
Hal ini terjadi setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif besar-besaran yang diberlakukan Donald Trump.
"Tarif, kan global tarif 15 persen, maka yang berlaku adalah global tarif yang 15 persen," kata Airlangga di Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: CSIS: Tarif Resiprokal Tak Otomatis Paksa Indonesia Berpihak ke Amerika
Menko Airlangga menegaskan bahwa perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang sudah ditandatangani itu tetap berjalan dan berlaku 90 hari setelah ratifikasi.
"Nggak batal, itu kan baru berlaku sesudah 90 hari dan sesudah ratifikasi," terang dia.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati kerja sama perdagangan melalui penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bertajuk “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance”.
Airlangga mengatakan, kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar 30 menit setelah kegiatan courtesy call.
"Hari ini, tadi pagi Bapak Presiden langsung menandatangani kerja sama Agreement of Reciprocal Trade yang diberi judul "Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance" dan ditandatangani secara bersama, baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump," kata Airlangga dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (20/2/2026).
Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari perjanjian 22 Juni 2025, yang menurunkan tarif resiprokal Indonesia ke AS dari 32 persen menjadi 19 persen.
Selain itu, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembentukan Council of Trade and Investment.
Forum ini akan menjadi wadah resmi untuk membahas berbagai persoalan investasi dan perdagangan antara Indonesia dan AS. Jika terjadi kenaikan tarif yang dianggap terlalu tinggi atau berpotensi mengganggu neraca perdagangan kedua negara, maka pembahasan akan dilakukan terlebih dahulu di dalam forum tersebut.
"Ini salah satu daripada perjanjian yang membentuk Council of Trade and Investment. Sehingga ini menjadi forum ekonomi kedua negara," terang Airlangga.
Airlangga menegaskan, tujuan dan visi perjanjian ini adalah mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, memperkuat rantai pasok, serta menghormati kedaulatan masing-masing negara.
"Jadi saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara, itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani," ungkap dia.
Di sisi lain, Airlangga menyatakan bahwa sejak diumumkan Presiden Trump pada 2 April 2025, pemerintah Indonesia telah mengirim empat surat terkait negosiasi tarif pada April, Juni, Juli, dan Agustus 2025.
Airlangga menyebutkan, sekitar 90 persen dokumentasi dan usulan yang diajukan Indonesia dipenuhi oleh pihak AS dan dituangkan dalam dokumen ART.
Dalam prosesnya, Indonesia melakukan empat kali kunjungan ke Washington DC, tujuh kali putaran perundingan, serta lebih dari sembilan kali pembahasan secara langsung maupun virtual dengan Kantor Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR) yang dipimpin Ambassador Jamison Greer.
Meski sempat berdiskusi dengan pihak Commerce dan Treasury AS, Indonesia menegaskan bahwa perjanjian ini secara resmi dilakukan dengan USTR.
"Di dalam proses sebetulnya juga kita berbicara dengan Commerce ataupun Commerce Secretary dan Treasury Secretary Amerika, namun Indonesia ini perjanjiannya memang kita dengan USTR, dengan Ambassador Jamison Greer," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menko-airlangga-hartarto-di-acara-kadin.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.