Gejolak Rupiah
Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Dampaknya Bisa Langsung ke Kantong Masyarakat
Pelemahan rupiah dapat memicu kenaikan harga barang impor seperti BBM, kedelai, elektronik, hingga pangan seperti tempe dan tahu.
BI Jaga Pasar
Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyatakan, Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah.
Menurutnya, intervensi yang tegas dan konsisten akan terus BI lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder.
"Pelemahan rupiah masih aligned dgn regional, secara MTD melemah 0,51 persen, relatif lebih baik dibandingkan regional," ujar Destry, kemarin.
Meski BI melakukan intervensi pasar uang, Destry menegaskan, cadangan devisa Indonesia tetap terjaga di level 154,6 miliar dolar AS akhir Januari 2026.
"Kemudian arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Nilai-Tukar-Rupiah-Terhadap-Dolar-AS_20260305_201606.jpg)