Kamis, 4 Juni 2026

Gejolak Rupiah

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Dampaknya Bisa Langsung ke Kantong Masyarakat

Pelemahan rupiah dapat memicu kenaikan harga barang impor seperti BBM, kedelai, elektronik, hingga pangan seperti tempe dan tahu.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
NILAI TUKAR RUPIAH - Petugas merapikan mata uang rupiah dan dollar di Kantor Cabang Muamalat Tower, Jakarta, Kamis (5/3/2026). nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS. Data Bloomberg menunjukkan Rupiah di pasar spot terdepresiasi 0,08% menjadi Rp 16.905 per dolar AS, meskipun kurs referensi Jisdor BI justru menunjukkan penguatan tipis ke Rp 16.886 per dolar AS. Menurut analis, pelemahan Rupiah dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Tribunnews/Jeprima 

BI Jaga Pasar

Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyatakan, Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah. 

Menurutnya, intervensi yang tegas dan konsisten akan terus BI lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward  (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder.

"Pelemahan rupiah masih aligned dgn regional, secara MTD melemah 0,51 persen, relatif lebih baik dibandingkan regional," ujar Destry, kemarin.

Meski BI melakukan intervensi pasar uang, Destry menegaskan, cadangan devisa Indonesia tetap terjaga di level 154,6 miliar dolar AS akhir Januari 2026.

"Kemudian arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun," paparnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved