Selasa, 21 April 2026

Inflasi Amerika di Level 2,4 Persen, Pasar Kripto Cermati Arah Kebijakan The Fed

Bitcoin bergerak moderat di kisaran 69.000 dolar AS sementara investor cenderung bersikap defensif.

Istimewa
PASAR KRIPTO - Bitcoin bergerak moderat di kisaran US$69.000 sementara investor cenderung bersikap defensif. 

Ringkasan Berita:
  • Inflasi Amerika Serikat tercatat 2,4 persen secara tahunan pada Februari 2026, dengan kenaikan bulanan 0,3%.
  • Data ini membuat pasar menunggu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve yang masih menjadi faktor utama pergerakan aset berisiko.
  • Bitcoin bergerak moderat di kisaran US$69.000 sementara investor cenderung bersikap defensif.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Inflasi Amerika Serikat tercatat stabil pada 2,4% secara tahunan (year-on-year) pada Februari 2026 berdasarkan data Consumer Price Index (CPI) yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS. 

Kondisi ini menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve serta sentimen di pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Menanggapi data tersebut, Vice President Indodax, Antony Kusuma, mengatakan, kondisi ini juga menandakan bahwa pelaku pasar saat ini masih berada dalam fase menunggu kepastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya langkah suku bunga Federal Reserve.

Baca juga: Respons Industri Terkait Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto

“Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya akan lebih fokus mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed karena kebijakan moneter masih menjadi faktor utama yang memengaruhi likuiditas dan pergerakan aset berisiko termasuk kripto. Untuk saat ini, pasar cenderung berada dalam fase menunggu sambil memperhatikan perkembangan data ekonomi berikutnya,” ujar Antony, Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan laporan terbaru, inflasi bulanan Amerika Serikat pada Februari tercatat naik 0,3%, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. 

Sementara itu, inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan, sesuai dengan proyeksi analis. 

Stabilnya angka inflasi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di ekonomi AS masih relatif terkendali, meskipun tetap berada di atas target inflasi 2% yang ditetapkan oleh Federal Reserve.

Ekspektasi kebijakan moneter tersebut juga tercermin dalam proyeksi pasar yang dihimpun melalui CME FedWatch Tool, yang menunjukkan peluang hampir 99?hwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret. 

Sementara itu, probabilitas pemotongan suku bunga sekitar 25 basis poin pada April diperkirakan masih relatif kecil, yakni sekitar 11%. Kondisi ini membuat pasar kripto cenderung bergerak lebih defensif sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter berikutnya.

Di pasar kripto, respons investor terhadap rilis data inflasi terlihat relatif terbatas. Setelah laporan dirilis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$69.000 dengan pergerakan yang relatif moderat dalam 24 jam terakhir. 

Hal ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih menunggu perkembangan data ekonomi berikutnya serta arah kebijakan moneter global.

Selain faktor inflasi, dinamika geopolitik dan harga energi juga menjadi perhatian investor

Dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas harga minyak meningkat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. 

Pergerakan harga energi ini berpotensi mempengaruhi tekanan inflasi pada periode berikutnya, serta berdampak pada aktivitas ekonomi secara lebih luas. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved