HUT Ke-59 Freeport Indonesia: Refleksi, Kebersamaan, dan Komitmen Sosial
Sepanjang 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp 70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya.
Ringkasan Berita:
- Sepanjang 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp 70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya.
- Jajaran manajemen PTFI melakukan penghormatan kepada tujuh karyawan yang meninggal dunia akibat insiden luncuran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perayaan hari ulang tahun (HUT) Ke-59 PT Freeport Indonesia (PTFI) digelar di Bengkel Space SCBD Jakarta, Selasa (14/4/2026) malam.
Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran manajemen PT Freeport Indonesia, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, jajaran Direksi PTFI, tiga mantan Presdir PTFI, Direksi Mind ID dan karyawan PT Freeport Indonesia.
Acara semakin meriah dengan penampilan para karyawan PT Freeport Indonesia yang berkantor di Jakarta yang menampilkan drama musikal.
Baca juga: PKB ke-24 Disepakati, Freeport Naikkan Upah dan Tunjangan Pekerja
Aksi panggung para karyawan menyedot perhatian para tamu undangan yang memenuhi Bengkel Space, SCBD yang menjadi tempat kegiatan tersebut.
Selain itu, pada kegiatan puncak HUT Ke-59 PTFI dan Halal Bihalal itu juga menghadirkan Habib Husein Jafar Al-Hadar yang memberikan siraman rohani atau tausyiah.
Habib Husein Jafar Al-Hadar merupakan pendakwah, penulis, dan intelektual muda Islam moderat asal Bondowoso, Jawa Timur.
Dia dikenal melalui pendekatan dakwah yang inklusif dan humanis, ia sering menyampaikan pesan agama melalui media sosial dan YouTube, menarik perhatian generasi milenial.
Kinerja
Di hadapan tamu undangan, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan sepanjang 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp 70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya.
PTFI juga terus berkomitmen memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial.
Pada 2025, lanjut Tony, nilai investasi sosial PTFI mencapai hampir Rp 2 triliun dan akan terus bertambah sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp 1,5 triliun per tahun hingga selesainya operasi penambangan.
Hal itu semakin menegaskan jati diri PTFI sebagai pengelola tambang bawah tanah terbesar di dunia yang berada di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Pada kesempatan itu juga, Tony Wenas juga menegaskan semangat kebersamaan yang terus dijalin oleh PT Freeport Indonesia, walau berada di daerah yang memiliki kultur yang berbeda-beda.
“Kami ada di Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik dan jakarta. Daerah ini memiliki kultur yang berbeda, tapi kita punya satu motivasi, satu semangat, satu jiwa yakni PT Freeport Indonesia,” katanya yang disambut tepuk tangan riuh.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TAMBANG-FREEPORT-Presiden-Direktur-PTFI-Tony-Wenas.jpg)